NADIKABAR.COM — Federasi Sepakbola Australia (Football Australia) terus memantau situasi keamanan di Arab Saudi menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada bulan Januari mendatang.
Menurut laporan Australian Associated Press (AAP), serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman terhadap bandara tersebut pada akhir pekan menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 300 orang, berdasarkan keterangan pejabat Arab Saudi.
Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Di tengah situasi tersebut, Football Australia memastikan keselamatan pemain, staf, dan suporter menjadi prioritas utama.
"Football Australia terus memantau situasi di Arab Saudi. Keselamatan dan kesejahteraan pemain, staf, serta suporter kami tetap menjadi prioritas utama. Tim keamanan kami yang berpengalaman secara aktif memantau perkembangan dan memberikan pembaruan secara berkala."
"Penilaian risiko merupakan bagian dari perencanaan setiap pemusatan latihan tim nasional, dan hal itu akan menjadi fokus utama persiapan kami untuk Januari," kata juru bicara Football Australia kepada AAP.
Belum diketahui apakah Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah menyiapkan rencana alternatif jika situasi keamanan memburuk. AFC juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait penyelenggaraan turnamen tersebut dalam laporan AAP yang dilansir ESPN.
Pemindahan lokasi Piala Asia dalam waktu singkat dinilai bukan skenario yang paling mungkin. Namun, jika konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi tidak mereda dalam beberapa bulan ke depan, penundaan turnamen selama 12 bulan hingga Januari 2028 disebut sebagai salah satu kemungkinan dalam laporan tersebut. Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai penundaan.
Bagi Australia, perubahan jadwal itu juga berpotensi memengaruhi persiapan tim nasional. Pelatih Socceroos, Tony Popovic, saat ini memiliki kontrak dengan Football Australia hingga Piala Asia 2027. Belum diketahui apakah kontraknya akan diperpanjang selama 12 bulan jika turnamen benar-benar ditunda.
CEO asosiasi pemain Professional Footballers Australia (PFA), Beau Busch, turut menekankan pentingnya keselamatan semua pihak dalam penyelenggaraan turnamen.
"Keselamatan pemain, suporter, dan staf harus menjadi prioritas serta pertimbangan utama dalam perencanaan dan penyelenggaraan Piala Asia AFC," kata Busch.
"Melalui PFA dan FIFPRO, asosiasi pemain global, kami terus memantau situasi dan menjalin komunikasi erat dengan Football Australia serta para ahli eksternal. Penilaian risiko dilakukan sebelum setiap pemusatan latihan dan akan terus menjadi hal yang sangat penting menjelang Piala Asia," ujarnya.