Militer Israel tidak segera memberikan rincian mengenai serangan-serangan tersebut. Sebelumnya pada hari Rabu, militer Israel menyatakan telah menewaskan lebih dari 100 "teroris" selama empat bulan terakhir dalam sebuah operasi di wilayah utara Jalur Gaza.
Militer Israel juga menyatakan telah menghancurkan terowongan sepanjang sekitar delapan kilometer (lima mil) yang digunakan oleh kelompok militan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menghadapi pertarungan pemilihan ulang yang sengit bulan ini, telah bersumpah untuk tidak mengendurkan serangan terhadap Hamas meskipun ada gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025-yang membuat Hamas membebaskan sisa sandera yang masih hidup.