"Persiapannya cukup baik, cukup lama juga. Sudah 90 persen. Targetnya cuma mempertahankan juara yang dulu di China. Mudah-mudahan bisa mempertahankan juara itu," ujarnya.
Atlet klasifikasi SH6 tersebut menilai China masih menjadi lawan terberat dalam perburuan emas. Meski peta persaingan tidak banyak berubah, ia menyadari para rival tentu datang dengan perkembangan permainan dibandingkan pertemuan sebelumnya.
"Peta persaingannya tidak berubah. Yang terberat ya China. Tapi pasti ada perubahan sedikit dari lawan," katanya.
Subhan juga membawa modal setelah meraih emas tunggal putra SH6 pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, Januari lalu, dengan mengalahkan wakil tuan rumah Natthapong Meechai pada partai final.