Karina mengatakan pengguna KRL yang terburu-buru bisa menggunakan tangga manual. Dia berharap anker tertib saat menggunakan fasilitas tersebut.

"Bagi pengguna yang terburu-buru bisa menggunakan tangga manual," ujarnya.

Salah satu Anker, Jean (40), mengaku setuju dengan kebijakan yang dibuat oleh KAI Commuter. Dia menilai eskalator dibuat untuk berpindah secara otomatis tanpa harus berjalan.

"Pada dasarnya eskalator itu dibuat untuk memindahkan orang secara otomatis ya, jadi bukan sebagai jalur untuk berlomba lomba menaiki tangga," kata Jean di Stasiun Duri.

Jean tak masalah dengan aturan itu. Namun, dia meminta manajemen arus naik dan turun penumpang diperbaiki untuk mencegah antrean panjang.