NADIKABAR.COM — Gianni Infantino kembali disorot terkait transparansinya memimpin FIFA. Presiden badan sepakbola dunia itu kini dipersoalkan terkait gaji yang tak dilaporkan.

Melansir Sky Sports, seperti pertama kali diungkap The Times, Infantino disebut menerima pembayaran senilai 1,76 juta dolar AS dari FWC2026, perusahaan yang mengorganisasi perhelatan Piala Dunia 2026 lalu. Dana itu diterimanya pada 2024.

Dalam laporan gajinya, Infantino hanya melaporkan gaji senilai 5,1 juta dolar AS. Namun, uang senilai 1,76 juta dolar AS tak disertakan.

Hal itu bertentangan dengan statuta FIFA. Dalam Pasal 43, ayat 13 soal Anggaran Dasar FIFA menyatakan, "Kompensasi individu bagi presiden FIFA, anggota dewan, dan sekretaris jenderal FIFA harus diumumkan kepada publik," tulis FIFA.

FIFA merespons hal ini dengan menyatakan, "Kompensasi tahunan presiden FIFA, serta tunjangan kontrak lainnya, ditetapkan oleh subkomite kompensasi FIFA," kata FIFA.

"FIFA menanggung iuran jaminan sosial, dana pensiun, dan tunjangan kontrak karyawan lainnya bagi presiden, sebagaimana disebutkan dalam laporan tahunan FIFA. Tunjangan-tunjangan ini dilaporkan kepada otoritas AS sesuai dengan persyaratan pelaporan."

Meski begitu, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom tidak menerima pembayaran tambahan dari FWC2026, selayaknya Gianni Infantino. Begitu pula Presiden CONCACAF Victor Montagliani, yang menjabat sebagai ketua dewan FWC2026.

Menurut sumber kepada The Times, dana itu dipakai Infantino untuk gaya hidup mewahnya di Miami, usai pindah dari Doha. Surat kabar Inggris beberapa mengungkap Infantino punya rumat elite di Miami, yang terdiri dari empat pulau dan sistem keamanan superketat.

Kabar ini menambah panjang kontroversi Infantino, usai sebelumnya dirujak karena berencana menjual saham Piala Dunia. Niatnya itu bikin kursi presidennya kini digoyang.

Meski begitu, Gianni Infantino berencana maju lagi dalam kursi presiden FIFA tahun depan. Belum ada tanda-tanda ia bakal lengser sejauh ini, juga lawan yang akan menghadapinya di kongres nanti.