"Tantangan terbesar datang dari angin yang membuat anak panah kadang bergeser di tiga per empat jarak, tetapi para atlet sudah bisa mengatasinya," kata Rameez dalam keterangan tertulisnya.
Rameez menyebut Asia sebagai mini Paralimpiade karena sekitar 80 persen atlet panahan terbaik dunia berasal dari Asia, dengan India dan China sebagai pesaing terberat.
"Di Hangzhou itu pertama kali kita mendapatkan medali, walaupun perunggu. Insyaallah di Asian Para Games ini kita menargetkan dua final, dan bismillah bisa satu emas. Pesaing kami terberat adalah India dan China," ungkap dia.
Adapun dua tiket final yang dimaksud yakni men's individual compound lewat Ken Swagumilang dan men's doubles recurve lewat duet Setiawan/Kholidin.
Sementara itu, atlet para panahan divisi recurve, Kholidin, menegaskan persiapannya sudah tuntas, baik dari sisi teknik maupun fisik.
"Kalau untuk persiapan, Alhamdulillah kita sudah siap, sangat siap. Sudah 100 persen. Fisik juga sudah siap, alhamdulillah," tegasnya.