Seorang pejabat Gedung Putih, yang tidak disebut namanya, membantah adanya pembahasan semacam itu. Dia menyebut laporan media soal pembahasan rencana serangan ke Iran oleh Trump dan Netanyahu sebagai laporan "palsu".
Ditegaskan oleh juru bicara Gedung Putih itu bahwa Trump telah mengesampingkan kemungkinan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela AS.
Namun menurut keterangan berbagai sumber yang dikutip Axios, militer AS dan Israel tetap bersiaga dan sedang memfinalisasi persiapan seandainya Trump berubah pikiran.
Seorang pejabat AS menggambarkan sikap Trump sebagai sikap yang tidak mengikat. Bahkan menurut pejabat AS itu, Trump meminta Netanyahu bersiap-siap tanpa memberikan komitmen apa pun.
Menurut laporan Axios, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM) menjadi pihak yang paling gencar mendukung serangan terbaru terhadap Iran. Sementara sebagian besar penasihat Trump lebih memilih untuk melanjutkan sanksi dan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dilaporkan mengatakan kepada pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, bahwa pertempuran yang berlangsung dalam kurun waktu tiga minggu ini dapat memaksa penundaan pemilu Israel, mengingat potensi serangan balasan Iran.