NADIKABAR.COM β Serangan drone Ukraina terhadap pusat data perusahaan internet Rusia, Yandex, memicu spekulasi bahwa operasi propaganda dan disinformasi Kremlin di media sosial ikut terganggu. Namun, para pakar menilai belum ada bukti yang cukup untuk memastikan hubungan langsung antara serangan tersebut dan penurunan aktivitas bot.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan itu membuat aktivitas di sejumlah platform media sosial terasa lebih mudah. Sejumlah pengguna juga mengaku melihat penurunan konten yang mendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rusia, dan partai sayap kanan Jerman, Alternative fΓΌr Deutschland (AfD).
Yandex mengonfirmasi pusat datanya di Vladimir, sekitar 170 kilometer di timur Moskow, rusak akibat serangan drone pada Minggu (11/10). Operasional sempat dihentikan sebelum layanan pulih secara bertahap. Gangguan turut memengaruhi layanan pembayaran dan pemesanan taksi di sejumlah wilayah Rusia dan luar negeri.
Serangan tersebut menyusul serangan terhadap fasilitas Yandex di Sasovo pada Kamis (8/10) dan Kaluga pada Jumat (9/10). Menurut Cloudflare Radar, lalu lintas internet dari Yandex turun sekitar 35 persen setelah serangan di Sasovo, lalu merosot hingga 99 persen setelah pusat data di Vladimir ditutup, dibandingkan pekan sebelumnya.
Sejumlah pengguna media sosial mengaitkan gangguan tersebut dengan berkurangnya aktivitas akun otomatis atau bot yang menyebarkan propaganda dan disinformasi.
Mantan grandmaster catur Rusia yang kini hidup di pengasingan, Garry Kasparov, mengatakan aktivitas bot Rusia di linimasa media sosialnya telah menurun drastis.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyinggung dampak serangan tersebut dalam Forum Keamanan Warsawa pada Senin (12/10). Ia mengatakan bahwa sejak Ukraina mulai menargetkan pusat data Rusia, aktivitas di sejumlah platform media sosial terasa lebih mudah.
Perdana Menteri Lithuania Mindaugas Sinkevicius bahkan menyarankan serangan lebih lanjut terhadap pusat data Rusia untuk membantu melindungi pemilu mendatang di Lithuania dan Polandia.
"Kita harus meminta Presiden Zelenskyy untuk menyerang lebih banyak pusat data di Rusia. Saya kira itu bisa membantu," katanya dalam forum tersebut.
Namun, para pakar disinformasi meragukan kesimpulan bahwa serangan terhadap Yandex telah membungkam jaringan propaganda Kremlin.
Nikola Tulechki, pakar pemantauan operasi disinformasi dari organisasi Data for Good, mengatakan belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, grafik Cloudflare yang banyak dibagikan hanya menunjukkan penurunan permintaan otomatis dari jaringan Yandex menuju situs web, bukan penurunan aktivitas bot di media sosial.
Kelompok Antibot4Navalny, yang memantau operasi pengaruh terkait Rusia, juga menilai interpretasi terhadap data Cloudflare tersebut keliru.