NADIKABAR.COM — Uni Eropa memulai negosiasi keanggotaan dengan Ukraina, Selasa (13/10), untuk klaster "pasar internal" serta "daya saing dan pertumbuhan inklusif", sehingga menandai langkah baru menuju keanggotaan Ukraina di Uni Eropa.

Dua kelompok isu tersebut mencakup soal pergerakan bebas barang, jasa, tenaga kerja, dan modal; persaingan; perpajakan; ketenagakerjaan; pendidikan; transformasi digital; industri; serta bidang kebijakan ekonomi dan moneter.

"Hari ini kami telah mencapai tonggak sejarah baru dalam perjalanan Ukraina menuju keanggotaan Uni Eropa," kata Menteri Negara Irlandia untuk Urusan Eropa dan Pertahanan Thomas Byrne.

Byrne menambahkan wakil Irlandia di Uni Eropa berkomitmen untuk memajukan proses keanggotaan Ukraina.

Uni Eropa juga menetapkan tolok ukur untuk penutupan sementara terhadap beberapa bab dalam kedua klaster tersebut.

Menurut dia, kemajuan dalam menyelaraskan dan menerapkan peraturan perundang-undangan serta standar Uni Eropa akan dipantau selama negosiasi berlangsung.

Keputusan tersebut diambil setelah dimulainya negosiasi mengenai klaster hubungan eksternal pada Juli lalu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pihaknya telah mengambil langkah lain menuju keanggotaan Uni Eropa.

Zelenskyy mendesak blok tersebut membuka dua klaster untuk negosiasi keanggotaan yang tersisa sebelum akhir tahun.

"Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang berjuang untuk Ukraina dan bekerja demi kepentingan negara kami, demi masa depan Eropa kita, serta demi keamanan Eropa. Bersama-sama, kita adalah Eropa yang lebih kuat," kata Zelenskyy di platform X.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin Uni Eropa dan seluruh negara anggotanya atas dukungan mereka terhadap Ukraina.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan