"Kita masih punya perluasan seperti gliserin, kemudian kita juga memerlukan surfaktan, kita memerlukan karoten, dan macam-macam. Sebenarnya potensi dari sawit luar biasa, tetapi kita baru menyaksikan B50 sekarang," katanya.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut hilirisasi sawit sebagai "senjata" strategis memperkuat ekspor Indonesia, setelah nilai ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya tumbuh 7,32 persen sepanjang semester pertama 2026.
Dia menyampaikan penguatan ekspor komoditas pertanian harus terus didorong melalui peningkatan nilai tambah dan hilirisasi, agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional maupun kesejahteraan petani.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan sebagai produsen sawit terbesar di dunia, sehingga peluang untuk memperbesar devisa melalui hilirisasi masih sangat besar.