NADIKABAR.COM — Warga di Kompleks Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku pengedar narkoba di kawasan tersebut kerap mengintimidasi hingga memukul pendatang, khususnya pengemudi ojek daring (ojol) karena diduga sebagai informan polisi.
Salah satu warga sekitar, Angga, menceritakan beberapa waktu lalu, seorang pengemudi ojol dipukuli oleh para pelaku narkoba lantaran dikira "cepu" atau informan aparat.
"Dia datang mau antar pesanan, terus paketnya sempat jatuh. Nah kan ada (diduga bandar narkoba) di situ, dipukul di situ," kata Angga saat ditemui di lokasi, Selasa.
Angga mengungkapkan keributan sempat terjadi, namun segera dilerai setelah pemilik pesanan keluar untuk mengambil pesanan yang dibawa ojol tersebut.
"Terus enggak lama yang punya paket keluar, akhirnya ya udah," ungkapnya.
Menurut Angga, keributan seperti itu sudah biasa terjadi di kawasan Komplek Kampung Ambon.