Menyadari beratnya hukuman pada menit 1:08 ronde tersebut, kepala pelatih Kyakonye, ​​Vincent Stikkolorum, segera melemparkan handuk untuk menghentikan pertarungan demi keselamatan petinju asuhannya.

Dengan kemenangan telak itu, Morejon memperpanjang rekor profesionalnya yang tak terkalahkan menjadi 13 kemenangan sekaligus membuka peluangnya untuk merebut gelar juara dunia kelas bridger WBC.

Sedangkan, Kyakonye, petinju kelahiran Uganda yang berbasis di Belanda, harus menerima kenyataan pahit kehilangan peluang merebut sabuk juara dan menodai rekornya sebelum ini, 14 kemenangan tanpa kalah.