WIKA mengerahkan sekitar 127 personel dan tujuh unit alat berat di lokasi pekerjaan. Proyek ini juga melibatkan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material dan sumber daya lokal yang memenuhi persyaratan teknis. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian PU, pemerintah daerah, PDAM, dan pemangku kepentingan lain agar pekerjaan lancar dan infrastruktur siap saat dioperasikan.
Fasilitas pengolahan air dan jaringan pipa ini diharapkan menjaga ketersediaan air minum yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, WIKA terus berkontribusi memulihkan infrastruktur pascabencana yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Utara.