JAKARTA — Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.778 per dolar AS pada perdagangan Kamis (27/8) pagi. Mata uang Garuda melemah 53 poin atau 0,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan sejumlah mata uang di kawasan Asia yang melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,08 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen. Sementara yuan China bergerak stabil.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,07 persen, yen Jepang menguat 0,01 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,41 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,06 persen, dolar Australia naik 0,19 persen, dan franc Swiss menguat 0,02 persen.
Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,01 persen dan poundsterling Inggris bergerak datar terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah indikator inflasi acuan The Fed, PCE, menunjukkan harga tetap bertahan tinggi pada Juli, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Dari dalam negeri, Lukman mengatakan investor juga mewaspadai aksi demonstrasi yang akan berlangsung hari ini.
"Sedangkan dari domestik, investor juga was-was akan demonstrasi yang akan berlangsung hari ini," lanjutnya.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.