Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan ekosistem kecerdasan artifisial (AI), teknologi digital twin, hingga pusat data (data center) menjadi fondasi penting membangun ekonomi digital Indonesia.
Sebagaimana diketahui, AI berpotensi berpotensi menambah 15,7 triliun dolar AS terhadap perekonomian dunia pada 2030.
"Menurut PricewaterhouseCoopers, industri yang paling banyak terpapar AI telah mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27 persen. Indonesia juga mencatat momentum komersial AI terkuat di ASEAN, dengan pendapatan dari fitur berbasis AI tumbuh 127 persen secara tahunan pada semester I 2025," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa ekonomi digital Indonesia telah mendekati nilai 100 miliar dolar AS Gross Merchandise Value (GMV) dan menjadi yang terbesar di ASEAN, didukung sekitar 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi sekitar 81 persen.
Ekosistem tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui integrasi data center, AI, dan semikonduktor, sekaligus menyiapkan sekitar 600 ribu profesional digital setiap tahun dan menciptakan lebih dari 8 ribu lapangan kerja teknologi di kawasan seperti Nongsa sebagai bagian dari upaya mengubah bonus demografi menjadi digital dividend.
Lebih lanjut, Airlangga menyoroti pesatnya adopsi AI di Indonesia, yang mana sekitar 80 persen pengguna internet telah menggunakan fitur AI dalam aktivitas sehari-hari.
Transformasi AI juga telah diterapkan di berbagai sektor, mulai dari smart farming dan penggunaan agricultural drones di sektor pertanian, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kesehatan, hingga penggunaan AI berbasis komputasi awan (cloud) untuk pemantauan real-time pada lini produksi baterai kendaraan listrik.
Sementara itu, implementasi teknologi digital twin juga semakin berkembang untuk menjembatani ekosistem digital dan fisik, termasuk dalam pengembangan visi smart city Ibu Kota Nusantara (IKN) dan modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.