Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Kalahkan Salmon, Ikan Asal RI Ini Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia

NadiKabar Biro
Kalahkan Salmon, Ikan Asal RI Ini Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kalahkan Salmon, Ikan Asal RI Ini Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sidat merupakan salah satu ikan asal Indonesia yang kaya akan asam lemak Omega-3. Kandungan nutrisi tersebut bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada salmon dan ikan gabus.

Selain kaya akan Omega-3, sidat juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya, seperti vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, serta fosfor.

"Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi," ujar Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Gadis Sri Haryani, dikutip dari laman resmi BRIN, Sabtu (29/8/2026).

Ikan sidat sangat baik bagi tubuh manusia karena mengandung Docosahexaenoic Acid (DHA) untuk perkembangan dan fungsi otak, serta Eicosapentaenoic Acid (EPA) yang membantu mengurangi peradangan sekaligus menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, ikan sidat menjadi salah satu sumber daya perikanan yang memiliki potensi ekonomi strategis di Indonesia. Gadis mengingatkan perlunya pendekatan pengelolaan berkelanjutan berbasis sains demi mencegah eksploitasi berlebih yang dapat mengancam populasi sidat di masa depan.

Adapun ikan sidat memiliki siklus hidup katadromus, yakni menghabiskan sebagian besar waktunya di air tawar dan baru bermigrasi menuju perairan laut saat akan bertelur.

"Katadromus artinya dia ketika menetas dari telur di laut menjadi leptocephalus atau larva belut yang unik, memiliki bentuk pipih, transparan, seperti daun, serta belum punya kemampuan berenang," ungkapnya.

"Kemudian selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari-atau badan air semi-tertutup di muara sungai tempat air tawar bercampur dengan air laut-larva ini berubah menjadi sidat kaca atau glass eel," tambahnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia