JAKARTA — Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun pada Jumat (28/8) setelah berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Kabar duka ini diungkapkan Istana Kerajaan Norwegia melalui pernyataan tertulis.
"Dengan penuh rasa duka cita mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah meninggal dunia hari ini. Raja Harald menghembuskan napas terakhir secara damai di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pada 06.35 pagi," bunyi pernyataan istana kerajaan seperti dikutip AFP.
Raja Harald meninggal sehari setelah Istana Kerajaan Norwegia mengumumkan sang raja dalam kondisi kritis setelah dirawat di rumah sakit selama 10 hari terakhir pada Kamis (27/8).
Istana Kerajaan Norwegia menyatakan Harald dalam "kondisi sangat serius" karena gangguan kurang darah akut atau anemia hemolitik.
Harald dirawat usai mengalami penumpukan cairan terkait pengobatan kortison dan serangkaian masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir termasuk pemasangan alat pacu jantung.
Harald bahkan sudah mengurangi tugas resminya tetapi berulang kali menolak untuk turun takhta. Selama dia dirawat di RS, Putra Mahkota Haakon bertindak sebagai wali raja.
Penyakit anemia hemolitik merupakan gangguan kurang darah yang terjadi saat sel darah merah hancur atau pecah lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk memproduksinya kembali.
Normalnya sel darah merah bertahan selama sekitar 120 hari. Dalam kondisi tersebut, sel darah merah hancur lebih cepat sehingga tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen.
Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon sampai-sampai membatalkan seluruh kegiatan kerajaan. Mereka saat ini juga dilaporkan berada di sisi raja.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga membatalkan perjalanan ke Jerman pada Kamis karena kondisi kesehatan Raja Harald yang memburuk. Sebelumnya dia dijadwalkanke Jerman untuk bertemu dengan mitranya, Kanselir Friedrich Merz.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.