Jakarta - Sebanyak 7.669 keluarga di enam kelurahan se-Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi Orang Tua Asuh (OTA) dalam program implementasi teknologi Wolbachia untuk memberantas penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Ribuan OTA tersebut akan merawat serta memantau wadah perkembangan nyamuk Wolbachia.
Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Barat Sahruna menyebutkan jumlah OTA per kelurahan di Kecamatan Cengkareng, yakni Kelurahan Cengkareng Barat 1.232 orang, Kelurahan Cengkareng Timur 1.416 orang, Kelurahan Kedaung Kaliangke 797 orang, Kelurahan Kapuk 1.681 orang, Kelurahan Duri Kosambi 1.459 orang, dan Kelurahan Rawa Buaya 1.084 orang.
“Total Orang Tua Asuh se-Kecamatan Cengkareng sebanyak 7.669, tersebar di enam kelurahan. Semoga implementasi teknologi nyamuk Aedes ber-Wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng bisa terlaksana dengan baik dan memberikan dampak penurunan angka kasus DBD yang signifikan,” ujar Sahruna di Jakarta, Jumat.
Dia mengungkapkan tahapan persiapan implementasi Wolbachia di Kecamatan Cengkareng telah dilaksanakan, antara lain survei penerimaan masyarakat pada November 2025 hingga Januari 2026.
"Kemudian, sosialisasi program di November 2025 sampai Desember 2025, dan pendataan calon OTA ember telur nyamuk ber-Wolbachia pada Desember 2025 hingga Juni 2026," kata Sahruna.
Sebagai informasi, Kecamatan Cengkareng merupakan wilayah kedua yang menjadi lokus perluasan implementasi metode Wolbachia dari delapan kecamatan di Jakarta Barat, setelah Kecamatan Kembangan. Peluncuran Wolbachia dilaksanakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utama, Kelurahan Cengkareng Barat pada 21 Agustus 2026.
Sahruna mengungkapkan hingga 20 Agustus 2026, tercatat 1.591 kasus DBD di Jakarta Barat dengan incident rate (IR) 62,3 per 100.000 penduduk.
Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat, yakni 563 kasus dengan IR 96,7 per 100.000 penduduk, sementara Kelurahan Kapuk tercatat 234 kasus dengan IR 133,6.
“Ini cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Cengkareng. Oleh karena itu, kami pilih Kecamatan Cengkareng menjadi implementasi kedua program Wolbachia di Jakarta Barat, setelah Kecamatan Kembangan,” tutur Sahruna.
Menurut dia, penerapan Wolbachia di Kecamatan Kembangan telah memberikan dampak terhadap penurunan kasus DBD.
“Belajar dari Kecamatan Kembangan itu butuh waktu dua tahun untuk sampai menjadi bagus hasilnya. Kami berharap jangan sampai dua tahun, mudah-mudahan setahun sudah bisa berhasil,” ungkap Sahruna.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.