Jakarta - Ajaib, perusahaan teknologi penyedia aplikasi investasi, memperoleh investasi senilai 270 juta dolar AS atau setara Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, raksasa keuangan asal Jepang yang tercatat di bursa Tokyo dan menaungi perusahaan sekuritas terbesar di Jepang.
Dengan pendanaan terbaru ini, maka total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri melampaui 500 juta dolar AS atau Rp8,9 triliun. Perusahaan menyampaikan, dana investasi ini akan dialokasikan ke berbagai lini bisnis Ajaib di Asia Tenggara.
"Harapan kami, porsi terbesar dari investasi ini terus tertanam di Indonesia," kata Co-Founder dan CEO Ajaib Anderson Sumarli, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sumarli mengatakan investasi senilai 270 juta dolar AS ini juga merupakan bentuk kepercayaan dunia terhadap nasabah Ajaib yang terus bertumbuh.
Sejak diluncurkan pada 2019, perusahaan menyebut jutaan orang di Indonesia melakukan investasi melalui Ajaib, mulai dari saham Indonesia, aset kripto, hingga saham Amerika Serikat. Mayoritas nasabah Ajaib merupakan investor pemula dan sebagian besar berasal dari kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia.
"Hari ini, jutaan orang Indonesia menabung dan berinvestasi lewat Ajaib sebagian besar investor pemula, banyak dari kota-kota kecil," kata Sumarli.
Perusahaan menyampaikan investasi ini juga akan memperluas perekrutan Ajaib di Indonesia. Ajaib meyakini kualitas talenta dalam negeri setara dengan yang terbaik di dunia dan Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat teknologi Asia Tenggara.
Perusahaan juga berharap, kepercayaan yang besar ini membuka jalan bagi lebih banyak modal global masuk ke sektor teknologi Indonesia, termasuk ke bidang kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center), serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi anak bangsa.
Perusahaan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atas kerangka regulasi yang progresif serta inisiatif strategis yang membuka lebar pintu bagi investasi asing dan pengembangan teknologi baru.
Menurut perusahaan, kepercayaan investor global ini tumbuh dari kepastian hukum, pengawasan yang sehat, dan keterbukaan terhadap inovasi. Dalam hal ini, perusahaan meyakini Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan.
"Selama pemerintah dan regulator terus membuka ruang bagi inovasi seperti selama ini, di sinilah komitmen kami akan terus tumbuh. Kami berkomitmen untuk terus membangun bersama Indonesia," kata Sumarli.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.