Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjamin kebutuhan air masyarakat khususnya untuk pemenuhan air irigasi lahan pertanian milik petani masih terpenuhi di tengah pertumbuhan industri.
Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Jumat, mengatakan bahwa kebutuhan air masyarakat khususnya sektor pertanian tetap menjadi skala prioritas pemerintah daerah di tengah perkembangan kawasan industri yang semakin pesat.
"Kami telah melakukan penghitungan matang terhadap kebutuhan air untuk sektor pertanian. Bahkan, disiapkan dua bendungan khusus yang dirancang menyisihkan sebagian air untuk kepentingan petani," katanya.
Menurut dia, sumber air untuk kawasan industri diambil dari bagian hilir bendungan bukan dari hulu yang menjadi sumber utama irigasi pertanian.
Kebutuhan air bersih untuk kawasan industri, kata dia, berasal dari bendungan yang sudah melewati beberapa lahan pertanian, di bendung yang paling bawah.
"Artinya, ini sudah melalui kebutuhan masyarakat petani di daerah ini," katanya.
Selain persoalan kebutuhan air, Suyono mengatakan bahwa pemerintah daerah juga akan menjaga keseimbangan antara pembangunan, kebutuhan masyarakat, dan perlindungan lingkungan, termasuk menjaga keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
Saat ini luas lahan sawah, kata dia, mencapai sekitar 17 ribu hektare dan keberadaannya harus tetap dijaga sesuai ketentuan tata ruang serta kebijakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).
"Kalau untuk lahan sawah itu kurang lebih 17.000 hektare. Itu tidak bisa 'diutak-atik' lagi,” tegasnya.
Ia mengatakan pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan serta kebutuhan masyarakat.
"Dengan demikian, penyusunan rencana peraturan daerah diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, ketahanan pangan, ketersediaan air, dan pemanfaatan aset daerah," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.