JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong pembangunan gudang logistik bencana di seluruh Kabupaten dan Kota.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto mengatakan keberadaan gudang logistik bencana dengan persediaan bantuan yang cukup menjadi penting jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Pasalnya Suharyanto mengatakan banyak gudang logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di banyak wilayah dalam kondisi kosong. Kondisi ini juga membuat pemerintah daerah kesulitan memberikan respons cepat pada fase awal bencana.
Ia mengatakan usulan tersebut juga telah disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya keterbatasan stok logistik di daerah menjadi salah satu kendala utama dalam respons darurat.
"Ketika terjadi gempa kemarin, daerah itu tidak bisa berbuat banyak karena gudang-gudang logistik BPBD kosong," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8).
Suharyanto mengatakan lewat usulan itu BPBD diharapkan dapat memiliki buffer stock logistik dasar seperti sembako, selimut, tenda, dan matras yang dapat langsung disalurkan kepada masyarakat saat bencana terjadi, sebelum bantuan dari pemerintah pusat tiba.
Ia memperkirakan kebutuhan stok logistik dasar per daerah berkisar Rp5-10 miliar untuk masing-masing gudang. Lewat keberadaan gudang itu, kata dia, diharapkan proses distribusi logistik dapat dipangkas.
"Itu yang mengakibatkan masyarakat teriak-teriak belum dapat bantuan. Padahal bantuannya sedang dalam perjalanan," jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto mengklaim usulan itu telah mendapat respons positif dari Presiden. Ia menyebut Kepala Negara akan mempertimbangkan penerapannya secara nasional.
"Saya pikir itu saran yang baik. Jadi kita hitung secara nasional saja, nanti kita bantu tiap provinsi, biar gubernur punya gudang dan persiapan makanan, sama dengan juga bupati," ujar Prabowo.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.