Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pengiriman logistik bantuan untuk penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berjalan secara intensif hingga memasuki hari ke-14 pascabencana.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa akumulasi bantuan logistik yang dikirimkan oleh Pusat Pos Pendukung Logistik Nasional di Jakarta dari tanggal 15 hingga 28 Agustus 2026 telah mencapai 1.911 ton.
"Untuk total logistik yang terkirim hingga hari ini, dari tanggal 15 sampai 28 Agustus 2026, kami sudah mengirimkan sebanyak 1.911 ton logistik," kata dia.
Berton memaparkan distribusi logistik tersebut difokuskan melalui dua pintu utama penanganan darurat, yakni posko di Labuan Bajo sebesar 1.263 ton dan posko di Maumere sebesar 648 ton via jalur udara, darat, serta laut.
Khusus pada Jumat (28/8), tercatat sebanyak 88 ton bantuan masuk ke Pos Logistik Nasional, sementara 148 ton barang berhasil disalurkan keluar untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi serta peralatan pendukung darurat lainnya.
Sebagai langkah percepatan penyaluran skala besar, BNPB pada hari yang sama meluncurkan distribusi jalur darat pemberangkatan armada angkut dari Pos Dukungan Logistik Nasional Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Surabaya, sebelum dilanjutkan melalui jalur laut.
Pengiriman jalur darat dan laut dengan muatan total 126 ton bantuan tersebut diperkirakan memakan waktu tempuh selama delapan hari, yang nantinya dibagi rata masing-masing 63 ton untuk posko Labuan Bajo dan Maumere.
"BNPB menjamin selama proses transit jalur laut berlangsung, pengiriman bantuan darurat via jalur udara tetap dioperasikan setiap hari guna memastikan ketersediaan pasokan logistik bagi para korban gempa di NTT tetap terjaga," cetusnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.