Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BNPB: Petugas berjibaku padamkan karhutla di dekat SMA 3 Barru Sulsel

NadiKabar Biro
BNPB: Petugas berjibaku padamkan karhutla di dekat SMA 3 Barru Sulsel
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BNPB: Petugas berjibaku padamkan karhutla di dekat SMA 3 Barru Sulsel.

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim petugas gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area dekat permukiman dan sekolah di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, mengatakan upaya pemadaman dengan skema penyiraman darat tersebut masih berlangsung dilakukan oleh tim di petugas gabungan di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel agar dampaknya tidak meluas.

"Api sempat berhasil dikendalikan, namun kembali menyala dan kemudian menjalar lokasi kebakaran berada di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, atau di sekitar SMA Negeri 3 Barru," katanya.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan berdasarkan hasil kaji cepat dan penuturan saksi insiden kebakaran lahan seluas kurang lebih tiga hektare tersebut sebenarnya telah terdeteksi sejak dua hari sebelumnya.

Namun, kata dia, sebagaimana laporan sampai dengan Kamis (27/8) tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya, itu masih melakukan pemadaman di lokasi kejadian mengingat akses dan kondisi cuaca yang menjadi tantangan.

Belum ada laporan lebih lanjut terkait bagaimana dampak karhutla terhadap aktivitas belajar mengajar, namun dia mengingatkan peristiwa ini mengisyaratkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di sekitar kawasan pemukiman maupun fasilitas publik, serta tidak melakukan tindakan yang memicu timbulnya percikan api selama puncak kemarau.

"Pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air dan pangan melalui pemantauan sumber air, kondisi lahan pertanian, serta kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi, terutama masyarakat di wilayah pegunungan dengan akses yang sulit dijangkau," kata Berton SP Panjaitan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia