Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan komersialisasi teknologi rumah modular tahan gempa agar dapat diproduksi lebih banyak dan digunakan masyarakat, khususnya di daerah yang rawan bencana.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya saat ini sedang berkoordinasi dengan sejumlah mitra untuk membawa teknologi rumah modular tahan gempa tersebut ke tahap produksi.
"Ini sekarang kita terus berkoordinasi dengan mitra karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal. Kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dan bisa lebih murah lagi," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Arif mengatakan teknologi rumah modular tahan gempa tersebut sebelumnya telah diwujudkan dalam tiga rumah contoh yang dibangun BRIN sejak 2021 hingga 2022.
Menurut ia, ketiga rumah contoh tersebut tetap utuh ketika terjadi gempa. Hal itu menjadi salah satu dasar untuk mendorong pemanfaatan teknologi tersebut secara lebih luas.
"Rumah modular tahan gempa, di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak tahun 2021 hingga 2022 yang alhamdulillah pada saat gempa tetap utuh," katanya.
Arif menjelaskan BRIN tidak memiliki kewenangan untuk memproduksi rumah tersebut secara massal. Oleh karena itu, komersialisasi akan dilakukan melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki kapasitas produksi.
Upaya tersebut diharapkan membuat rumah tahan gempa dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak sekaligus dengan harga yang lebih terjangkau.
Arif mengatakan pengembangan rumah tahan gempa menjadi penting karena Indonesia berada di kawasan ring of fire atau cincin api Pasifik yang memiliki banyak titik kerentanan terhadap bencana.
Presiden Prabowo Subianto, kata Arif, juga menekankan pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk mengantisipasi serta memberikan solusi terhadap berbagai potensi bencana di Indonesia.
"Ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus memberikan solusi," ujar Arif.
Dalam pertemuan dengan Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta dan sejumlah peraih Nobel, Presiden juga secara khusus menyinggung inovasi BRIN yang dapat diaplikasikan di lapangan, termasuk teknologi rumah modular tahan gempa untuk membantu daerah-daerah yang rentan terhadap gempa.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.