Surabaya - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan literasi dan penetrasi keuangan syariah di Indonesia.
"Sejalan dengan momentum Muktamar NU ke-35, kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada NU atas terselenggaranya forum penting tersebut," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Sinergi BSI dan NU diarahkan pada sejumlah sektor, antara lain dukungan pembiayaan produktif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas dan pesantren, pendampingan serta peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi layanan pesantren, dan pengembangan ekosistem ekonomi yang inklusif.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya BSI menempatkan diri sebagai mitra strategis NU dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Penguatan dilakukan melalui peningkatan literasi di pesantren dan masyarakat serta pemanfaatan produk dan kanal digital perbankan syariah.
Anggoro mengatakan NU memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem Islam (Islamic ecosystem) di Tanah Air, mulai dari pengembangan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan ekosistem pesantren.
"Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan dan ide-ide inspiratif yang dapat mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Dalam penguatan ekosistem tersebut, BSI juga memberikan perhatian khusus terhadap pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BSI terus memperkuat literasi dan penetrasi layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia, khususnya Jawa Timur yang merupakan salah satu wilayah dengan basis pesantren terbesar di Tanah Air.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kemudahan dan solusi layanan yang dirancang untuk mendorong pesantren naik kelas dan semakin mandiri secara ekonomi. Salah satunya melalui layanan cash management untuk mendukung pengelolaan keuangan di lingkungan ekosistem pesantren.
Selain itu, BSI menyediakan BSI Agen untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal serta mengoptimalkan BYOND by BSI sebagai platform mobile banking yang memudahkan civitas pesantren mengakses berbagai layanan perbankan BSI secara digital.
Saat ini, BSI dipercaya mengelola lebih dari 14 ribu pesantren di seluruh Indonesia, dengan sekitar 23,9 persen di antaranya berada di Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi motivasi perseroan untuk terus memperkuat peran bank syariah sebagai mitra strategis pesantren dalam menyediakan layanan keuangan syariah.
Melalui penguatan layanan tersebut, BSI ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta bagian penting dari pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.
"BSI berharap sinergi bersama NU dapat terus diperkuat sehingga mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang semakin inklusif, kuat, dan memberikan dampak positif bagi Indonesia," ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, BSI berharap dapat berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi umat sekaligus memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.