Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BTC kembali naik, investor diingatkan perhatikan dinamika pasar

NadiKabar Biro
BTC kembali naik, investor diingatkan perhatikan dinamika pasar
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BTC kembali naik, investor diingatkan perhatikan dinamika pasar.

Jakarta - Investor aset kripto diingatkan untuk tetap memperhatikan dinamika pasar menyusul harga Bitcoin (BTC) kembali meningkat hingga menembus 80.000 dolar AS pada 25 Agustus dari kisaran 64.000 dolar AS pada pekan sebelumnya.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengungkapkan pergerakan ini didukung oleh perubahan sentimen makro global menyusul kebijakan treasury buyback Amerika Serikat, serta meningkatnya arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) spot Bitcoin, yang mencerminkan kembali menguatnya permintaan di pasar kripto.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, kenaikan Bitcoin kali ini tidak hanya mencerminkan pergerakan harga jangka pendek, tetapi juga perubahan sentimen yang terlihat dari sejumlah indikator pasar.

"Kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko, terutama bagi investor yang baru kembali melihat peluang di pasar," ujarnya.

Salah satu faktor makro yang menjadi perhatian pasar adalah kebijakan treasury buyback (pembelian kembali sebagian surat utang) Amerika Serikat. Kebijakan ini bagian dari upaya treasury untuk menjaga likuiditas dan mendukung kelancaran perdagangan.

Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang, yang sempat menekan yield dan mendorong kembali minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Dari sisi permintaan, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatat arus dana positif. Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot mencatat net inflow dalam periode 17-25 Agustus 2026, dengan total arus dana mencapai sekitar 2,57 miliar dolar AS.

Pada saat yang sama, Crypto Quant mencatat Bull Score Bitcoin meningkat dari 30 menjadi 80 dalam sepekan. Hal inimencerminkan tingginya optimisme dan selera risiko pelaku pasar.

Setelah bergerak relatif terbatas pada awal Agustus, Bitcoin mulai mengalami akselerasi pada 19 Agustus dan naik lebih dari 20 persen dalam tiga hari.

Kenaikan yang turut diperkuat aksi short squeeze tersebut kemudian membawa Bitcoin menembus 80.000 dolar AS pada 25 Agustus.

Aloysia menyatakan perubahan ini menjadi sinyal beli kembali menguat, namun laju kenaikan yang cepat juga membuat risiko volatilitas tetap perlu diperhatikan.

"Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan," ujarnya.

Di tengah kenaikan tersebut, sentimen pasar juga telah berada pada area optimistis. Kondisi seperti ini dapat membuka peluang, namun sekaligus meningkatkan risiko volatilitas apabila investor dan trader mulai terlalu agresif mengejar harga.

Momentum ini, lanjutnya, sekaligus menjadi pengingat penting bagi investor dan trader untuk tetap menyesuaikan strategi dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Trader jangka pendek, menurut Aloysia, dapat mengevaluasi ukuran posisi dan batas risiko, sementara investor yang berorientasi jangka panjang dapat mempertimbangkan pendekatan bertahap agar keputusan tidak semata didorong oleh kenaikan harga.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia