Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Gubernur Sumsel pastikan stok beras aman hingga Juli 2027

NadiKabar Biro
Gubernur Sumsel pastikan stok beras aman hingga Juli 2027
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Gubernur Sumsel pastikan stok beras aman hingga Juli 2027.

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan ketersediaan beras di daerah itu aman hingga Juli 2027 meskipun terjadi kelangkaan beras kemasan 5 kilogram (kg) di sejumlah titik penjualan.

"Beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah kemasan 5 kg. Kita sudah merespons kelangkaan dengan mengecek ke gudang Bulog. Ternyata kesiapan stok Bulog di gudang mencukupi, bahkan sampai Juli 2027," kata Herman Deru di Palembang, Jumat.

Ia menjelaskan stok tersebut bahkan belum memperhitungkan tambahan pasokan dari hasil panen petani yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel.

Sejumlah lahan persawahan dengan indeks pertanaman (IP) 200 masih memasuki masa panen meskipun Sumsel saat ini tengah menghadapi musim kemarau.

"Saat ini panen di sawah yang IP-nya 200 sedang berjalan di tengah musim kemarau ini. Jadi nantinya stok beras di gudang Bulog akan terus bertambah," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, ia meminta masyarakat tidak khawatir dan membeli beras sesuai kebutuhan, sebab Sumsel tidak berada dalam kondisi kekurangan beras.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, pihaknya juga menyoroti harga beras di tingkat konsumen, khususnya beras kategori medium.

Gubernur juga meminta masyarakat turut mengawasi harga beras medium dan melaporkan apabila menemukan harga penjualan di atas Rp12.500 per kilogram.

"Kalau menemukan beras medium dijual di atas Rp12.500, lapor. Bisa ke lurah, camat, atau seluruh aparat penegak hukum bahwa itu sudah memainkan harga jualnya," katanya.

"Untuk itu, masyarakat sekali lagi jangan takut atau panic buying. Beli sesuai yang akan dikonsumsi saja," ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan menjangkau masyarakat, pihaknya juga meminta operasi pasar terus digencarkan sepanjang Agustus.

Dinas Perdagangan dan Perum Bulog diminta turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasokan dan harga beras.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pangdam II/Sriwijaya dan Kapolda Sumsel agar pelaksanaan operasi pasar dapat dilakukan secara bersama-sama.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap kelangkaan beras kemasan 5 kg di sejumlah titik penjualan tidak berkembang menjadi kekhawatiran yang mendorong pembelian berlebihan di tengah masyarakat.Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) memastikan ketersediaan beras di Sumatera Selatan dalam kondisi aman dengan stok di gudang mencapai 116 ribu ton.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia