Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Ibas dorong BKMT kawal aspirasi perempuan melalui parlemen

NadiKabar Biro
Ibas dorong BKMT kawal aspirasi perempuan melalui parlemen
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Ibas dorong BKMT kawal aspirasi perempuan melalui parlemen.

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) memperkuat peran sosial dan mengawal aspirasi perempuan melalui komunikasi serta kolaborasi dengan parlemen.

“Artinya, aspirasi BKMT memiliki banyak pintu untuk diperjuangkan di parlemen. Tugas kita adalah membuat pintu-pintu itu saling terhubung,” ujar Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam silaturahim kebangsaan bersama Pimpinan Pusat BKMT di Jakarta, Rabu (26/8), yang membahas sejumlah isu terkait kebutuhan masyarakat.

Menurut Ibas, aspirasi BKMT mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan sosial, UMKM, ekonomi masyarakat, dan ketahanan keluarga.

Ia menilai BKMT memiliki modal sosial melalui jaringan majelis taklim di berbagai daerah yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan memperluas manfaat program pemerintah.

“BKMT adalah tempat ilmu bertemu dengan pengabdian. Tempat perempuan bertemu dengan kekuatan. Karena itu, kita harus siap bersinergi dan siap berkolaborasi,” kata Ibas.

Ibas menekankan komunikasi antara BKMT dan parlemen tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi menghasilkan langkah konkret sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal. Ini adalah pertemuan hati. Ini adalah silaturahim kebangsaan. Yang lebih penting, ini adalah kesempatan untuk saling mendengar, saling menguatkan, dan bersama-sama memikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI kemudian menyampaikan gagasan kolaborasi sesuai bidang kerja masing-masing.

Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra menawarkan pelibatan perempuan dan ustazah di lingkungan majelis taklim sebagai pendamping sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

“Ibu-ibu majelis taklim berkesempatan menjadi pendamping halal, membantu masyarakat UMKM memproses kehalalannya dengan cara self-declare,” kata Nanang.

Anggota Komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana mendorong kerja sama BKMT dalam memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta perlindungan guru ngaji sebagai pekerja informal melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Guru ngaji adalah salah satu pekerja informal yang bisa kami fasilitasi. Iurannya terjangkau, tetapi cakupan perlindungannya sangat bermanfaat bila terjadi kecelakaan kerja,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo melihat peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan pariwisata halal.

“Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar, focal point pariwisata halal seharusnya ada di Indonesia. Ini yang bisa kita kerjakan bersama,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Hasan menekankan penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM dan koperasi.

“Kita perkuat spiritual dan keimanannya, tetapi kita perkuat juga ekonominya,” ujar Marwan.

Ibas meminta BKMT terus menyampaikan aspirasi sekaligus mengawal kebijakan dan penganggaran negara agar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Suara BKMT harus terus disampaikan. Aspirasi, pandangan, dan masukannya kita pastikan menjadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan bernegara: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Ibas.

Ia mengajak BKMT memperkuat kolaborasi dan menghadirkan lebih banyak solusi bagi masyarakat.

“Jangan setiap hari kita memperbesar masalah. Mari kita perbesar solusi. Masih ada tantangan, tetapi ada peluang jika kita bersatu,” ujarnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia