Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Indef nilai DSI perkuat daya tawar RI hingga pacu devisa

NadiKabar Biro
Indef nilai DSI perkuat daya tawar RI hingga pacu devisa
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Indef nilai DSI perkuat daya tawar RI hingga pacu devisa.

Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan devisa hasil ekspor (DHE) dari perdagangan komoditas.

Menurut Esther, pembentukan DSI memiliki tujuan positif, terutama dalam mengintegrasikan data ekspor, menekan praktik under-invoicing, serta menjaga agar devisa hasil ekspor tetap berada di dalam negeri.

"Tujuannya baik, DSI dibentuk untuk mengintegrasikan data ekspor, menekan praktik under-invoicing, dan menjaga devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan keberadaan DSI dapat memberikan sejumlah manfaat apabila dikelola dengan tata kelola yang baik.

Salah satunya adalah meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional karena adanya entitas yang memiliki skala besar dalam mengelola ekspor komoditas.

Selain itu, DSI juga dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh data perdagangan yang lebih akurat, sehingga pengawasan terhadap arus devisa menjadi lebih optimal.

"Sebagai entitas tunggal yang besar, BUMN memiliki posisi tawar (bargaining power) yang lebih kuat dalam menentukan harga dan volume ekspor di pasar global," kata Esther.

Namun demikian, Esther mengingatkan terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam implementasi DSI.

Menurutnya, apabila DSI berperan sebagai perantara tunggal atau pengelola ekspor berskala nasional, diperlukan modal besar serta sistem yang kompleks agar operasionalnya berjalan efektif.

Ia menambahkan upaya mencegah praktik under-invoicing dan transfer pricing juga dapat dilakukan melalui pembangunan sistem pengawasan yang kuat tanpa harus mengubah seluruh mekanisme perdagangan.

Menurutnya, kehadiran DSI perlu diimbangi dengan mekanisme yang transparan, efisien, dan tidak menghambat aktivitas pelaku usaha.

Menurut dia, meskipun visibilitas perdagangan domestik dapat meningkat, importir luar negeri tetap dapat mempertimbangkan negara pesaing apabila proses ekspor menjadi lebih panjang dan birokratis.

Sebelumnya, DSI siap menjalankan mandatnya dalam memperkuat ekosistem komoditas strategis nasional melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan optimalisasi nilai ekspor sumber daya alam Indonesia.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa DSI bertujuan memperkuat visibilitas dalam ekosistem komoditas strategis Indonesia serta meningkatkan pemahaman terhadap transaksi ekspor, dinamika pasar, dan potensi optimalisasi nilai bagi perekonomian nasional.

"Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya saja tidak cukup. Kita memerlukan tata kelola yang lebih kuat, visibilitas yang lebih baik, dan sistem yang lebih akuntabel untuk memastikan nilai yang dihasilkan dari komoditas-komoditas ini dicatat dan dioptimalkan dengan baik bagi kepentingan nasional," ujar Rosan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia