Tokyo - Pemerintah Metropolitan Tokyo telah mengumumkan rencana untuk memanfaatkan fasilitas bawah tanah di dekat Stasiun Tokyo sebagai tempat perlindungan bagi warga dan wisatawan jika terjadi serangan rudal balistik.
Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, dalam konferensi pers awal bulan ini menyatakan bahwa survei akan dimulai pada tahun fiskal berjalan hingga Maret sebagai persiapan untuk memodifikasi Area Parkir Yaesu, yang terletak sekitar 2 hingga 11 meter di bawah permukaan tanah.
Menurut seorang pejabat pemerintah metropolitan, modifikasi tersebut diperkirakan akan mencakup pemasangan pintu tahan ledakan dan rak penyimpangan untuk perlengkapan darurat. Fasilitas itu memiliki total luas lantai sekitar 13.000 meter persegi.
Fasilitas tersebut akan menjadi tempat perlindungan darurat bawah tanah kedua di ibu kota itu, menyusul fasilitas penyimpanan untuk bencana seluas 1.400 meter persegi di stasiun kereta bawah tanah Azabu-Juban yang saat ini sedang dalam tahap konversi, kata pejabat tersebut.
Koike mengatakan bahwa fasilitas parkir Yaesu dipilih karena lokasinya yang dekat dengan Stasiun Tokyo, yang dia gambarkan sebagai "pintu gerbang ibu kota" yang banyak dikunjungi orang.
Rencana itu muncul di tengah serangkaian uji coba peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara ke perairan kawasan tersebut - termasuk Laut Jepang - dalam beberapa tahun terakhir, sembari mereka terus memajukan program pengembangan nuklir.
Koike menyebut peluncuran rudal berulang kali oleh negara tetangga tersebut sebagai "ancaman serius dan berat yang sama sekali tidak dapat ditoleransi" serta menekankan perlunya "melindungi nyawa dan harta benda warga Tokyo" dari serangan.
Menurut pejabat itu, tanggal penyelesaian, persyaratan konstruksi khusus, dan biaya proyek akan ditentukan setelah survei selesai, survei tersebut dijadwalkan akan berlanjut hingga tahun fiskal 2027.
Tahun lalu, pemerintah pusat Jepang mengumumkan rencana pembangunan tempat perlindungan serupa di pulau-pulau terpencil Okinawa, Jepang selatan, seiring meningkatnya tekanan militer China terhadap Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya dan berpotensi direunifikasi, bahkan dengan kekerasan jika diperlukan.
Di Pulau Yonaguni, pulau paling barat Jepang yang terletak sekitar 110 kilometer di sebelah timur Taiwan, pekerjaan konstruksi tempat perlindungan dijadwalkan rampung sekitar musim semi 2028.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.