Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

JK dorong rekonstruksi rumah korban gempa NTT libatkan masyarakat

NadiKabar Biro
JK dorong rekonstruksi rumah korban gempa NTT libatkan masyarakat
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait JK dorong rekonstruksi rumah korban gempa NTT libatkan masyarakat.

Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) aktif melibatkan masyarakat.

Menurut JK, tantangan terbesar setelah bencana adalah membangun kembali rumah warga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri karena kebutuhan rekonstruksi membutuhkan biaya besar dan waktu yang panjang, oleh karena itu, ia mendorong gerakan gotong royong dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi, dan organisasi kemanusiaan.

"Pemerintah bisa menyiapkan bahan, kemudian masyarakat ikut bekerja membangun kembali rumahnya. Ini seperti yang pernah dilakukan di Yogyakarta setelah gempa," ujarnya saat mengunjungi posko pengungsian gempa di Gelora Samador dan posko BPBD Kabupaten Sikka, Maumere, NTT, Jumat.

JK mencontohkan, dalam penanganan pascagempa Yogyakarta, pemerintah menyediakan bahan bangunan, sementara masyarakat bersama mahasiswa teknik membantu proses pembangunan. Warga juga diberikan dukungan biaya kerja agar tetap memiliki penghasilan selama masa pemulihan.

Ia menegaskan, korban bencana tidak boleh hanya menunggu bantuan, tetapi harus dilibatkan secara aktif dalam proses pemulihan.

"Jangan sampai pengungsi hanya duduk menunggu. Mereka harus bekerja dan terlibat dalam membangun kembali kehidupannya," kata JK.

Untuk wilayah NTT, JK menyebut PMI akan mendata kebutuhan material yang paling diperlukan, seperti seng, semen, dan perlengkapan pembangunan lainnya. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan sesuai hasil survei lapangan.

"PMI bisa membantu membeli seng atau bahan yang dibutuhkan. Nanti kita lihat apa yang paling banyak diperlukan, lalu kita tawarkan kepada pihak-pihak yang ingin membantu," paparnya.

JK juga mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk memanfaatkan sumber daya lokal dalam proses rekonstruksi agar lebih cepat dan efisien.

"Kalau ada bahan di sini, gunakan yang ada di sini. Tidak perlu semuanya didatangkan dari luar karena ongkosnya lebih mahal," ucap JK.

Ia menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan dalam waktu sekitar enam bulan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

JK berharap pengalaman penanganan bencana sebelumnya dapat menjadi pelajaran agar masyarakat NTT segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan normal.

"Bencana adalah persoalan kemanusiaan. Semua agama mengajarkan untuk membantu orang yang sedang kesusahan. Itulah harapan kita," tuturnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia