Wamena - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga, Papua Pegunungan, menetapkan status tanggap darurat selama tiga bulan sejak Agustus-Desember 2026 terkait musim kemarau yang melanda daerah setempat.
Akibat musim kemarau yang melanda Indonesia saat ini, khususnya Papua Pegunungan, sejak bulan April-Agustus 2026 terjadi kekeringan dan turunnya salju di beberapa wilayah wilayah Kabupaten Nduga.
Bupati Nduga Yoas Beon di Wamena, Jumat, mengatakan musim kemarau hingga mengakibatkan turunnya salju di beberapa wilayah di Kabupaten Nduga mengakibatkan kekeringan dan gagal panen, sehingga pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama tiga bulan ke depan.
“Kami pada tanggal 26 Agustus 2026 sudah mengambil langkah cepat menetapkan status tanggap darurat, sekaligus membuka posko dan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan dalam mengantisipasi musim kemarau hingga turunnya salju di beberapa wilayah Kabupaten Nduga,” katanya.
Untuk itu masalah persediaan air minum, bahan pokok, serta infrastruktur jalan dari Kenyam ke Mumugu, lanjutnya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Khusus untuk wilayah (kampung) Mumugu harga bahan pokok dan bangunan saat ini sangat tinggi, karena debit air sungai yang biasa menjadi urat nadi transportasi mengering pada musim kemarau, sehingga kami mengupayakan membuka jalan dari Ibu Kota Kabupaten Nduga Kenyam ke Mumugu supaya warga di sana bisa memperoleh bahan pokok dan air bersih,” ujarnya.
Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, merupakan satu-satunya wilayah di daerah itu yang berada di pesisir dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Asman, Papua Selatan.
Dia menjelaskan telah membagi tim dalam penanganan musim kemarau di Kabupaten Nduga yang bekerja untuk membantu masyarakat, baik dalam kebutuhan bahan pokok, air bersih khususnya di Kenyam, dan membuka jalan dari Kenyam ke Mumugu.
“Tim saat ini ada yang menangani air bersih Ibu Kota Kabupaten Nduga Kenyam, ada juga yang menangani bahan makanan beras dan lain-lain. Saya memimpin langsung tim baik itu kesehatan, sosial, dan beberapa kepala distrik menuju daerah Kuyawage, Distrik Wutpage dan Nenggeagin karena di situ terjadi kekeringan panjang dan salju turun menutup semua Wutpage dan Nenggeagin,” katanya.
Pihaknya telah turun ke lokasi dan memberikan bantuan 10 ton beras bagi masyarakat di Wutpage dan Nenggeagin. "Antusias masyarakat di sana sangat luar biasa menyambut kehadiran pemerintah dalam membantu penanganan peristiwa alam saat ini,” ujarnya.
Bupati Yoas meminta masyarakat di Wutpage dan Nenggeagin tidak meninggalkan tempat mereka untuk mengungsi ke daerah lain.
“Kami memastikan kehadiran pemerintah di tempat itu untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau, sehingga jangan mengungsi ke tempat lain,” kata Bupati Nduga Yeos Beon.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.