Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Keluarga ungkap kronologi Bambang tewas saat kericuhan di Pejompongan

NadiKabar Biro
Keluarga ungkap kronologi Bambang tewas saat kericuhan di Pejompongan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Keluarga ungkap kronologi Bambang tewas saat kericuhan di Pejompongan.

Jakarta - Sudarsi (56), istri Bambang Setiyawan (59), menceritakan kronologi suaminya meninggal dunia setelah keluar rumah saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, hingga akhirnya diketahui telah berada di Rumah Sakit (RS) Polri.

Sudarsi mengatakan pada Kamis (27/8) sore, ia masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

Biasanya, pasangan tersebut baru menutup tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun, karena melihat massa mulai berdatangan, Sudarsi meminta Bambang agar menutup tempat usahanya lebih awal.

"Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa sudah banyak, tutup'," kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat.

Dia mengatakan, setelah tempat usahanya ditutup, keduanya pun kembali ke rumah.

Tidak lama kemudian, anak mereka datang bersama seorang warga bernama Tagor yang sedang sakit.

Tagor kemudian meminta agar diantar ke RS Pelni. Anak Bambang pun mengantar Tagor dengan menggunakan sepeda motor, sementara Sudarsi dan Bambang tetap berada di rumah.

Setelah mengantar Tagor ke RS Pelni, anak Bambang kembali ke rumah sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB.

Saat itu, situasi di sekitar tempat tinggal mereka masih diwarnai kerumunan massa.

Menurut Sudarsi, massa sempat terdorong masuk ke kawasan sekitar lokasi tempat tinggal mereka.

Setelah situasi dinilai lebih aman, Bambang kemudian memutuskan keluar rumah.

Sudarsi tidak melarang karena suaminya selama ini kerap keluar untuk melihat situasi ketika terjadi keramaian.

"Dia itu cuma nonton, kadang-kadang membantu ngucurin air buat cuci muka," ujar Sudarsi.

Namun, Bambang tidak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam.

Sudarsi kemudian mencari keberadaan suaminya hingga sekitar pukul 01.30 WIB.

Dia juga sempat mendatangi lokasi dan meminta agar teman-teman Bambang memberitahunya apabila suaminya ditemukan.

"Saya masih berharap ketemu. Saya ke situ, enggak ada," ucap Sudarsi.

Sekitar pukul 02.30 WIB, dia sempat kembali ke rumah dan beristirahat sekitar 1,5 jam.

Saat terbangun, dia membuka pesan WhatsApp dan mendapati pesan dari Tagor yang sebelumnya diantar oleh anaknya ke RS Pelni.

Tagor ternyata mengira pesan WhatsApp yang dibalas itu berasal dari Bambang.

Setelah mengetahui bahwa yang membalas pesan adalah Sudarsi, anak Bambang yang berada di RS Pelni kemudian kembali ke rumah.

Saat itu, keluarga menyadari Bambang masih belum pulang.

Kepastian mengenai kondisi Bambang diperoleh keluarga sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, setelah anak Bambang menerima sebuah video dan diminta memastikan sosok yang terlihat dalam video tersebut.

Setelah memperhatikan video tersebut, keluarga memastikan sosok itu adalah Bambang.

"Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu," ungkap Sudarsi.

Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa Bambang telah dibawa ke RS Polri.

Sudarsi mengatakan suaminya diduga telah meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit.

Keluarga menyebut Bambang hanya menjalani pemeriksaan luar dan Sudarsi belum mengetahui hasil pemeriksaan tersebut secara lengkap.

Bambang yang berusia 60 tahun itu kemudian dimakamkan pada Jumat (28/8), setelah shalat Jumat, di kawasan Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat.

Sebelumnya, unsur pemerintah wilayah juga telah mendatangi keluarga, di antaranya camat, lurah dan Babinsa, untuk mengetahui kondisi keluarga setelah kejadian tersebut.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia