Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenkes kuatkan logistik respons 5,4 juta terdampak asap karhutla

NadiKabar Biro
Kemenkes kuatkan logistik respons 5,4 juta terdampak asap karhutla
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenkes kuatkan logistik respons 5,4 juta terdampak asap karhutla.

Jakarta - Kementerian Kesehatan mengatakan, pihaknya memperkuat bantuan logistik, termasuk masker dan konsentrator oksigen, untuk merespons dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap 5,4 juta orang di tujuh provinsi.

"Total ada 5,3 juta masker yang sudah kita bagikan kepada daerah karhutla yang sudah berdampak. Ini stok masker di provinsi, masih cukup. Stok masker di provinsi masih 2,7 juta," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, perlindungan terbaik hanya dengan menggunakan masker dan menjaga supaya tidak beraktivitas di luar ruangan di daerah yang kualitas udaranya buruk. Dia berharap, seiring pemadaman yang terus berjalan, polusi berkurang sehingga kebutuhan masker semakin turun.

Di samping itu, pihaknya tetap melakukan identifikasi kebutuhan di tiap provinsi, kabupaten, dan kota yang terdampak karhutla guna memastikan kebutuhan masker terpenuhi, serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

Pihaknya juga menyuplai konsentrator oksigen di tempat-tempat yang sangat membutuhkan, agar kebutuhan oksigen dapat segera dipenuhi.

Sejumlah strategi yang diterapkan Kemenkes untuk merespons kejadian tersebut yakni dengan menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan; pemantauan penyakit seperti Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit; surveilans kualitas udara, dan menerbitkan surat kewaspadaan.

Selain itu, menyiagakan Public Safety Center, pos pelayanan kesehatan, RS rujukan, mobilisasi bantuan logistik.

Berdasarkan data yang dikutip dari Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes, per 27 Agustus terdapat 4.082 kasus infeksi saluran pernapasan pada wilayah terdampak karhutla, dan 13.449 kasus kumulatif di wilayah yang sama.

Musim kemarau panjang memicu peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Juni 2026.

7 provinsi menetapkan status siaga darurat bencana karhutla, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Per 27 Agustus 2026, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada provinsi terdampak menunjukkan bahwa Pontianak, Kalimantan Barat mencatatkan skor 328 pada, yang berarti berbahaya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia