Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi wadah tunggal kebetawian

NadiKabar Biro
Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi wadah tunggal kebetawian
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi wadah tunggal kebetawian.

Jakarta - Ketua Umum Bamus Betawi H. Riano P Ahmad mengatakan Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) menjadi babak baru dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.

"Terbentuknya LAKB menjadi babak baru dalam upaya menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan," kata Riano di Jakarta, Sabtu.

Dia pun menyambut positif pengukuhan LAKB yang diketuai oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke, yang sekaligus dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim.

Hal tersebut, kata Riano, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), khususnya Pasal 31 yang menempatkan adat dan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.

"Kami, masyarakat Betawi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024," ujar Riano.

Dia menekankan keberadaan LAKB juga menjadi momentum penting untuk memajukan kebudayaan Jakarta sekaligus memperkuat posisi lembaga adat berbagai mitra resmi pemerintah.

"Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi, perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang," ucap Riano.

Dia pun berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian di Jakarta. Dengan demikian, ke depannya, berbagai unsur masyarakat Betawi akan terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid.

"Jadi, ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya," kata Riano.

Pria yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta itu menambahkan setelah LAKB terbentuk dan dikukuhkan, maka seluruh keluarga besar Betawi dapat berhimpun ke dalam lembaga tersebut.

"Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi," tutur Riano.

LAKB, sambung dia, akan menjadi lokomotif dalam melestarikan kebudayaan lokal, memperkuat nilai-nilai tradisi, serta menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan yang berkarakter budaya, terutama pada masa transisi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.

Oleh sebab itu, Riano menginginkan agar kepengurusan LAKB semakin solid sehingga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga, mengembangkan, serta melestarikan identitas dan kebudayaan Betawi di Jakarta.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia