Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat dioptimalkan seiring adanya potensi awan hujan di Riau pada 30 Agustus hingga 1 September.
Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan langkah ini penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.
“Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada, di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sulit sekali (untuk melakukan OMC), tapi kita ada potensi (hujan) di tanggal 30 dan 31 Agustus, serta tanggal 1 September. Itu (OMC) bisa akan (dioptimalkan) meliputi seluruh Riau,” ujar Raja Antoni.
Dalam rapat koordinasi (rakor) usai meninjau penanganan karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Menhut mengatakan potensi awan hujan telah disampaikan sebelumnya oleh Kepala Badan Meteorologi Klomatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Warjono.
Lebih lanjut, ia juga telah berkoordinasi dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar setiap potensi awan hujan dapat dimanfaatkan untuk OMC.
“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” ujarnya.
“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga meminta dukungan operasional agar pelaksanaan OMC tidak terkendala.
Di sisi lain, Raja Antoni juga meminta proses pendinginan lokasi karhutla di Pelalawan, Riau, dituntaskan, mengingat masih adanya potensi kebakaran.
Menhut menjelaskan karhutla di lahan gambut tidak mudah dipadamkan karena yang terbakar bukan hanya vegetasi, tetapi juga tanah. Kondisi tersebut membuat asap masih kuat meski api tidak terlihat.
“Yang terbakar ini tidak hanya pohonnya, tapi tanahnya yang terbakar. Dan di beberapa tempat, seperti yang sudah saya saksikan, tadi kita lihat ya apinya sudah tidak ada, tapi asapnya tetap kuat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Raja Antoni mengingatkan petugas agar tidak meninggalkan lokasi sebelum proses pendinginan benar-benar selesai. Dia menyebut api masih dapat kembali muncul apabila pendinginan tidak dilakukan secara sempurna dan kemudian terjadi angin.
“Saya tetap meminta supaya waspada, karena apabila proses pendinginannya tidak terlalu sempurna, kalau nanti ada angin lagi, bisa nyala lagi. Potensi itu masih tetap ada, jadi mohon dituntaskan, jangan ditinggalkan tempat ini sampai benar-benar selesai,” tegasnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.