Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menkomdigi sebut perkuat akhlak kunci lawan krisis moral era digital

B
Menkomdigi sebut perkuat akhlak kunci lawan krisis moral era digital
Dokumentasi dan liputan mendalam NadiKabar.com terkait Menkomdigi sebut perkuat akhlak kunci lawan krisis moral era digi...

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan bahwa memperkuat akhlak adalah kunci melawan krisis moral di era digital yang saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lingkungan Kementerian Komdigi, Menkomdigi mengatakan bahwa respons Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi krisis moral di masanya masih tetap relevan bahkan diteladani oleh pengikutnya di masa kini di era digital.

“Bagaimana caranya kita menang melawan krisis moral yang terjadi ditopang oleh algoritma di dunia digital yang mengganggu dan berdampak kepada warga se-Indonesia bahkan secara global? Jawabannya sudah ada, memperkuat akhlak,” kata Meutya dalam keterangannya yang diterima, Kamis.

Meutya mengatakan tantangan moral pada era digital memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa-masa sebelumnya.

Perkembangan teknologi dan algoritma telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi, berinteraksi, serta mengambil keputusan. Karena itu, kemajuan teknologi perlu berjalan bersama penguatan nilai dan akhlak.

Meutya berpendapat akhlak merupakan pijakan sederhana yang harusnya dijaga dalam berbagai aktivitas di ruang digital.

Dengan akhlak masyarakat tetap dapat menjaga ruang digital aman dan produktif, ketika ruang digital tumbuh ke arah positif maka transformasi digital baru dapat memberikan manfaat bagi manusia.

Baik masyarakat, pelaku industri, maupun pemerintah perlu memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan dan digunakan mendukung kebaikan serta tidak menghasilkan dampak yang merugikan.

“Ketika kita beraktivitas ataupun kita mengawasi ranah digital, yang paling utama kita lihat adalah apakah berakhlak atau tidak, melakukannya mendukung akhlak yang baik atau tidak,” ungkapnya.

Dalam konteks ranah Kementerian Komdigi, Meutya menekankan bahwa pembangunan konektivitas digital juga harus memiliki orientasi yang jelas, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Karena konektivitas bukan sekadar membuat masyarakat terhubung, melainkan harus mendorong pertumbuhan dan memastikan manfaatnya tetap terjaga.

“Ujungnya tentu harus berdampak. Kalau kita bangun tapi yang ada adalah hasil yang mudharat, jangan-jangan perlu di-rem saja. Kita tidak ada kewajiban harus membangun kalau ujungnya mudharat. Kita wajib membangun untuk kebaikan,” kata Meutya.

Meutya mengatakan dengan konektivitas digital yang diarahkan untuk bertumbuh maka dapat terpenuhi hak masyarakat dalam hal informasi di ruang digital hingga mendapatkan ekosistem digital yang menjunjung persatuan.

Maka dari itu, Meutya mengajak seluruh talenta di Kementerian Komdigi memaknai pembangunan digital melalui tiga prinsip, yaitu terhubung, tumbuh, dan terjaga.

Dalam hal ini, konektivitas yang dibangun harus mampu menghubungkan masyarakat, mendorong pertumbuhan yang positif, sekaligus menjaga agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Dari terhubung harus ada tumbuh. Kemudian memastikan bahwa dampaknya positif. Jadi terhubung, tumbuh, terjaga,” tuturnya.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Meutya mengajak jajaran Komdigi menjadikan empat sifat utama Rasulullah sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

“Yakni siddiq jujur, amanah dipercaya, tabligh menyampaikan ajaran, fathanah cerdas. Tidak usah terlalu banyak menghafal. Kerja harus cerdas, kerja harus jujur, kerja harus amanah, kerja harus menyampaikan ajaran,” tandasnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia