Pandeglang - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 bagi para siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menghadirkan pendidikan inklusif dan merata bagi seluruh kalangan masyarakat.
"Program pendidikan Sekolah Rakyat ini telah menjangkau berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA," kata Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, saat membuka kegiatan MPLS di Pandeglang, Jumat.
Saat ini tercatat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pandeglang telah memiliki 474 siswa dari target 540 siswa yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, dengan kuota masing-masing 180 siswa.
Wagub Dimyati mengapresiasi fasilitas pendidikan yang menjadi lokasi pelaksanaan MPLS tersebut karena dinilai sudah sangat representatif. Keberadaan fasilitas tersebut berkat sinergi yang kuat, dimana lahan yang digunakan merupakan hibah langsung dari Bupati Pandeglang. Disamping mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
"Bantuan anggaran tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan secara khusus melalui program pendidikan sosial dengan nilai mencapai Rp270 juta," ujarnya.
Dengan ketersediaan infrastruktur dan dukungan yang sangat memadai, Wagub Dimyati menginstruksikan para kepala sekolah untuk senantiasa merawat serta menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan oleh para siswa dalam jangka panjang.
Tidak hanya berfokus pada aspek perawatan bangunan fisik, Wagub Dimyati juga menuntut adanya peningkatan mutu akademik di lingkungan Sekolah Rakyat. Ia secara khusus meminta para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran guna memastikan anak-anak mendapatkan standar pendidikan terbaik.
Guna mengoptimalkan ekosistem pendidikan yang terpadu dan inklusif ini, pihaknya mendorong kolaborasi antar instansi di lingkungan pemerintahan.
"Saya meminta Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Pendidikan untuk bersinergi mengawal dan mengembangkan program Sekolah Integrasi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan bagi para siswa Sekolah Rakyat ini," kata Wagub Banten Achmad Dimyati.
Pemprov Banten, kata dia, menargetkan lahirnya generasi penerus yang berdaya saing tinggi. Langkah integrasi ini diharapkan mampu mencetak pemimpin-pemimpin bangsa masa depan yang kiprah nya bermanfaat bagi agama, negara, dan dunia.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.