JAKARTA — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, akhirnya buka suara sekaligus membantah telah mengundurkan diri dari jabatan Menteri Agama RI dan maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Nasaruddin memastikan tidak akan maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU dalam kontestasi Muktamar ke-35 yang sedang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, akhir pekan ini.
"Ada hal yang ingin saya klarifikasi muncul di beberapa media sosial. Saya dikatakan telah mengundurkan diri sebagai Menteri Agama. Saya nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak pernah kami melakukan hal seperti itu ya," kata Nasaruddin dalam video keterangan resminya, Jumat (28/8).
Nasaruddin menggarisbawahi bahwa keputusannya dilatarbelakangi oleh tanggung jawab besar yang sedang diemban di pemerintahan. Ia menilai tugas di Kementerian Agama saat ini membutuhkan perhatian penuh.
"Sehubungan dengan muktamar yang akan dan atau sedang berlangsung ini ya, karena saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan," ucapnya.
Nasaruddin yang juga menduduki posisi sebagai Rais Syuriyah PBNU tersebut menjelaskan langkah ini diambil demi kebaikan bersama. Ia berpandangan bahwa fokus pada urusan kementerian tidak berarti memutus perhatiannya terhadap perkembangan organisasi.
"Maka ini yang terbaik buat saya dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan atau juga termasuk NU. Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama," katanya.
Menyikapi besarnya gelombang dukungan dari sejumlah pihak yang sebelumnya mendorong pencalonan dirinya sebagai calon Ketua Umum PBNU, Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf. Ia memahami adanya harapan dari berbagai wilayah agar dirinya memimpin tampuk tertinggi PBNU.
"Maka dengan demikian saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU," ujarnya.
Meski absen dari pencalonan ketua umum PBNU, ia tetap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan forum musyawarah tertinggi warga Nahdliyin tersebut. Ia berharap muktamar dapat berjalan dengan kondusif dan membawa manfaat bagi kepentingan nasional.
"Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa khususnya untuk Nahdliyin," ucap Nasaruddin.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.