Jakarta - Atlet lari maraton putri Indonesia Odekta Elvina Naibaho menjadikan ajang Merdeka Run 2026 sebagai momentum untuk menguji kemampuan lari jarak pendek sekaligus mengevaluasi perkembangan hasil latihan menjelang tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“(Merdeka Run 2026) ini bagian dari try out bagi saya untuk mengecek sejauh mana kemampuan di jarak pendek. Di 8 kilometer sudah berapa catatan waktu saya, 10 kilometer sudah berapa, dan sudah sampai mana kemampuan saya,” kata Odekta Elvina Naibaho di Jakarta, Jumat.
Odekta saat ini tengah menjalani persiapan intensif melalui pemusatan latihan nasional yang digelar Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang, 19 September hingga 4 Oktober.
Ia menjelaskan bahwa persiapan menuju Asian Games membutuhkan sejumlah ajang uji coba agar dirinya dapat mengetahui perkembangan kemampuan setelah menjalani program latihan secara intensif.
Oleh sebab itu, setiap kesempatan bertanding termasuk mengikuti Merdeka Run 2026 dinilainya sebagai bagian penting dari proses menuju target utama di Asian Games.
Pelari asal Sumatera Utara tersebut juga mengapresiasi penyelenggaraan Merdeka Run 2026. Menurutnya, perlombaan lari seperti itu tidak hanya memberikan kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan, tetapi juga menunjukkan semakin berkembangnya olahraga lari di Indonesia.
Bagi Odekta, Merdeka Run 2026 dapat menjadi sarana untuk mempertahankan atmosfer kompetisi setelah menjalani latihan dalam pemusatan latihan nasional. Ia pun berencana tampil serius sepanjang perlombaan, meskipun tidak menjadikan catatan waktu sebagai target utama.
“Secara target waktu, mungkin saya hanya akan berlari serius saja di Merdeka Run 2026, karena target saya bukan di sini, tetapi Asian Games. Jadi, ini saya jadikan sebagai bagian dari latihan,” kata Odekta.
Ia mengakui bahwa berlari sejauh 8 kilometer di Merdeka Run relatif lebih ringan dibandingkan beban latihan yang tengah dijalaninya selama persiapan menuju Asian Games. Dalam program latihan, ia dapat menempuh jarak yang jauh lebih panjang, bahkan mencapai 20 hingga 25 kilometer dengan intensitas kecepatan sekitar 80-90 persen.
Dengan kondisi tersebut, pemegang rekor nasional maraton putri Indonesia itu tidak ingin membebani dirinya dengan target catatan waktu tertentu pada Merdeka Run.
Ia lebih memilih menjadikan perlombaan tersebut sebagai bagian dari persiapan fisik dan mental, sekaligus kesempatan untuk merasakan kembali atmosfer kompetisi sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat di Asian Games.
"Secara (target catatan) waktu, mungkin saya hanya berlari ya serius aja (di Merdeka Run 2026), karena target saya bukan di sini tapi Asian Games. Nah, ini sebagai latihan," katanya.
Selain menjaga kondisi fisik, pengalaman bertanding juga dinilai penting untuk mempertahankan mental kompetitif. Odekta berharap keikutsertaannya dalam Merdeka Run dapat membantu menjaga fokus dan kepercayaan dirinya setelah menjalani rangkaian latihan intensif.
Bagi Odekta, perlombaan tersebut menjadi salah satu tahapan kecil dalam perjalanan menuju target yang lebih besar, yakni memberikan penampilan terbaik bersama kontingen Indonesia pada Asian Games.
Merdeka Run 2026 dijadwalkan digelar pada Sabtu (29/8) mulai pukul 05.00 WIB. Para peserta akan menempuh jarak 8 kilometer dengan titik start berada di depan Istana Merdeka, Jakarta.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.