Manokwari - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat menyalurkan bantuan sebanyak Rp550 juta untuk meringankan beban bagi korban terdampak gempa magnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Bupati Manokwari Hermus Indou dan Wakil Bupati Manokwari Mugiyono melalui Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Papua Barat di Manokwari, Jumat malam.
Hermus mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas sesama anak bangsa, rasa persaudaraan, dan kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat di Pulau Flores yang terdampak bencana gempa bumi.
“Mewakili seluruh masyarakat Manokwari, kami menyampaikan turut prihatin dan berduka cita atas kondisi yang menimpa Pulau Flores,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah daerah sebelumnya telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Papua Barat terkait pengalokasian anggaran untuk membantu korban gempa bumi di Pulau Flores.
Kabupaten Manokwari merupakan rumah bagi suku-suku nusantara termasuk masyarakat Flobamora, sehingga sudah sepatutnya pemerintah daerah berpartisipasi meringankan beban masyarakat Flores yang sedang mengalami kesusahan.
“Di tengah-tengah kondisi efisiensi hari ini, pemerintah daerah memastikan bahwa kepedulian itu lebih besar dari segalanya. Kami cinta NTT,” kata Hermus.
Ketua PRBF Papua Barat Clinton Tallo mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari yang telah menyalurkan bantuan, dan hingga saat pengumpulan donasi untuk korban gempa Flores melalui aksi penggalangan dana mencapai Rp250 juta.
Penggalangan dana melalui aksi turun ke sejumlah ruas jalan di Manokwari selama sepekan yang dimulai sejak 18 Agustus 2026, dan hal serupa juga dilakukan oleh PRFB tingkat kabupaten se-Papua Barat.
“Donasi yang sudah dikumpul tidak hanya dilakukan oleh masyarakat diaspora NTT tetapi paguyuban-paguyuban suku nusantara, organisasi mahasiswa, dan komunitas lainnya,” ujar Clinton.
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 tercatat sebanyak 111 jiwa dan 175.909 jiwa mengungsi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat sebanyak 8.794 gempa susulan terjadi di Pulau Flores setelah gempa magnitudo 7,7. Ada tujuh kabupaten di Flores yang paling terdampak, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ngada dan Ende.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.