Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengajak semua pihak berkolaborasi untuk mencegah tawuran demi menjaga kondisi di wilayah tersebut tetap kondusif.
"Fenomena tawuran itu bermula dari krisis identitas yang dialami remaja, kemudian diperparah oleh pengaruh globalisasi dan digitalisasi melalui media sosial. Media sosial yang sejatinya diciptakan sebagai alat komunikasi kini menjelma menjadi pedang bermata dua," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim dalam Forum Ngopi Cetar di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, fenomena tawuran di Jakarta kini semakin mengkhawatirkan. Dampaknya tidak hanya berupa luka fisik atau hilangnya nyawa, tetapi juga dapat mengancam masa depan generasi muda, menimbulkan trauma, serta melunturkan nilai-nilai moral bangsa.
Firmanuddin menjelaskan upaya deteksi dini melalui media digital tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan ketahanan dari lingkungan terdekat.
Maka dari itu, gerakan Jaga Jakarta dinilai penting untuk membangun ketahanan wilayah yang solid, mulai dari tingkat keluarga.
Pencegahan tawuran, kata dia, harus dimulai dari rumah melalui pola asuh yang penuh perhatian serta pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh anak.
"Saya mengetuk hati para orang tua karena lingkungan terkecil inilah yang menjadi benteng pertama bagi masa depan mereka," ujar Firmanuddin.
Selain itu, dia menekankan pentingnya peran aktif pengurus lingkungan, lembaga kemasyarakatan, dan berbagai unsur masyarakat sebagai motor penggerak dalam mencegah kenakalan remaja dan tawuran.
Di sisi lain, Firmanuddin mengatakan Forum Ngopi Cetar itu membahas upaya pencegahan aksi tawuran sejak dini, khususnya di Jakarta Selatan.
Dengan demikian, diharapkan forum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi atas potensi tawuran di lapangan.
"Saya berharap Forum Ngopi Cetar ini menjadi ruang diskusi yang hidup. Sampaikan kendala nyata di lapangan dan mari kita petakan bersama wilayah-wilayah rawan, khususnya di Pancoran, agar menghasilkan solusi cepat dan tepat yang bisa diterapkan," tutur Firmanuddin.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Kewaspadaan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan Shindy Pranata Umar menambahkan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai upaya pencegahan tawuran di Jakarta Selatan, khususnya di Kecamatan Pancoran.
"Kita ingin menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta bebas dari aksi tawuran, baik antarwarga maupun antarpelajar, melalui sinergi dan peran aktif seluruh elemen masyarakat serta pengurus lingkungan," ungkap Shindy.
Forum tersebut diikuti 50 peserta dengan melibatkan unsur forum tingkat kota, Duta Purna Paskibraka Indonesia, forum lembaga kemasyarakatan, serta pengurus lingkungan perwakilan se-Kecamatan Pancoran.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.