Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pengamat: Harbolnas harus berdampak ke UMKM, bukan sekadar transaksi

NadiKabar Biro
Pengamat: Harbolnas harus berdampak ke UMKM, bukan sekadar transaksi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pengamat: Harbolnas harus berdampak ke UMKM, bukan sekadar transaksi.

Jakarta - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Heru Sutadi menilai Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) perlu diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas pasar produk lokal dan bukan sekadar mengejar peningkatan nilai transaksinya.

Menurut Heru, pemerintah dan platform perdagangan elektronik perlu memastikan tingginya aktivitas belanja selama Harbolnas memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM melalui peningkatan penjualan, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas usaha.

"Harbolnas akan lebih berarti jika uang yang berputar benar-benar masuk ke UMKM dan ekonomi daerah, bukan hanya meningkatkan angka transaksi platform," kata Heru kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Harbolnas dapat menjadi momentum untuk mendorong lebih banyak UMKM masuk ke ekosistem digital, sehingga mampu menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya.

Perluasan pasar tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan skala usaha sekaligus memperbesar perputaran ekonomi di daerah.

Untuk itu, Heru mendorong pemerintah memperkuat keberpihakan terhadap produk lokal dengan memberikan ruang lebih besar bagi produk UMKM di platform digital.

Pemerintah juga perlu memperkuat proses onboarding agar semakin banyak pelaku usaha mampu masuk dan bertahan dalam ekosistem perdagangan digital.

Selain akses pasar, dukungan terhadap UMKM perlu mencakup digitalisasi, logistik, dan sistem pembayaran.

Infrastruktur tersebut penting agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses ke platform, tetapi juga mampu memenuhi permintaan konsumen ketika terjadi lonjakan transaksi.

"Pemerintah jangan hanya jadi pemandu sorak di pinggir lapangan dengan hanya mengejar nilai transaksi, tetapi harus melihat siapa yang menikmati transaksi tersebut. Harbolnas harus menjadi momentum memperbesar penjualan UMKM, produk lokal dan memperluas pasar daerah," ujarnya.

Di sisi lain, Heru menilai relevansi Harbolnas perlu diperkuat karena kampanye promosi besar di platform digital kini berlangsung hampir sepanjang tahun melalui berbagai program diskon dan momentum tanggal kembar.

Kondisi tersebut membuat Harbolnas tidak lagi memiliki keistimewaan seperti pada awal kemunculannya.

Karena itu, menurut dia, Harbolnas perlu memiliki nilai tambah yang lebih kuat, salah satunya dengan menjadikan UMKM dan produk lokal sebagai penerima manfaat utama.

"Harbolnas jangan hanya menjadi festival angka transaksi. Kalau masyarakat memang sedang menahan belanja, jangan dipaksa terlihat konsumtif hanya karena diskon," katanya.

Heru menegaskan keberhasilan Harbolnas seharusnya tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap penjualan UMKM, perluasan pasar produk lokal, dan perputaran ekonomi daerah.

Ia mengatakan Harbolnas dapat berkembang dari sekadar momentum promosi menjadi instrumen untuk memperkuat ekosistem perdagangan digital dan mendorong pertumbuhan UMKM secara lebih berkelanjutan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia