Jakarta - Kegiatan pertukaran budaya Guangfu bertajuk “Berangkat dari Zhuji Xiang” digelar di Jakarta, Indonesia, pada Kamis (27/8) sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya masyarakat Kanton kepada komunitas Tionghoa di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Perkumpulan Guang Zhao Indonesia Huang Xian’an mengatakan cukup banyak warga Tionghoa di Indonesia yang merupakan keturunan masyarakat Guangfu, namun penyebaran budaya tersebut di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih terbatas.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Guangfu secara lebih luas sekaligus mendorong pelestarian dan pewarisannya kepada generasi berikutnya di Indonesia,” kata Huang dalam keterangannya pada Jumat.
Budaya Guangfu merupakan kebudayaan masyarakat Kanton yang berakar di Guangzhou dan wilayah sekitarnya di Provinsi Guangdong, China.
Kegiatan pertukaran budaya itu menghadirkan pameran sejarah Zhuji Xiang, cuplikan opera Kanton, serta pertunjukan komedi tunggal berbahasa Kanton.
Rangkaian kegiatan memadukan sejarah dan budaya Zhuji yang telah diwariskan selama ribuan tahun dengan keragaman budaya Indonesia sebagai negara kepulauan.
Zhuji Xiang dikenal sebagai kampung halaman leluhur masyarakat Guangdong. Berabad-abad lalu, masyarakat Guangdong dari berbagai wilayah berangkat dari Zhuji Xiang dan melakukan migrasi ke wilayah selatan hingga menyeberangi lautan menuju Asia Tenggara.
Para perantau tersebut membawa bahasa Kanton, opera tradisional, serta adat dan tradisi Guangfu yang kemudian berkembang di tengah komunitas masyarakat Tionghoa di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi komunitas Tionghoa di Indonesia, baik yang telah lama menetap maupun yang relatif baru bermukim, untuk mengenal sejarah dan budaya Zhuji Xiang serta opera Kanton dari perspektif yang berbeda.
Melalui pertukaran budaya tersebut, hubungan sejarah dan kebudayaan antara masyarakat Guangfu dengan komunitas Tionghoa di Indonesia diharapkan dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.