Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

PLN siap serap dan salurkan 223 ribu MWh listrik dari sampah Bekasi

NadiKabar Biro
PLN siap serap dan salurkan 223 ribu MWh listrik dari sampah Bekasi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait PLN siap serap dan salurkan 223 ribu MWh listrik dari sampah Bekasi.

Jakarta - PT PLN (Persero) mendukung inisiatif pemerintah dalam menghadirkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan menyerap dan menyalurkan 223.584 megawatt hour (MWh) listrik per tahun dari PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa perusahaannya menyiapkan energi listrik yang dihasilkan oleh PSEL Kota Bekasi dapat dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

Dengan demikian, sampah yang ditangani melalui PSEL tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi yang dapat kembali dimanfaatkan masyarakat setempat.

Darmawan menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan PSEL adalah menghadirkan lingkungan yang lebih bersih melalui penanganan sampah. Sementara itu, listrik hanya menjadi salah satu produk yang turut dihasilkan dari proses tersebut.

“Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” kata Darmawan.

Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pertengahan tahun 2028 sejak peresmian pembangunan oleh Danantara Indonesia bersama Daya Energi Bersih Nusantara pada Rabu (26/8).

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan PSEL Kota Bekasi menjadi proyek kedua yang mulai memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya yang pembangunannya dimulai pada Juli 2026.

Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah perkotaan.

PSEL Kota Bekasi dirancang untuk mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari menjadi energi bersih berupa listrik. Energi yang dihasilkan nantinya disalurkan ke jaringan PT PLN (Persero).

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun itu juga diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun, mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekitar 90 persen, serta menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.

Dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto 27,4 MW. Fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 MWh listrik per tahun. Dengan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA), jumlah tersebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga.

Dalam proyek itu, listrik yang dihasilkan PSEL dibeli PLN melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. Harga pembelian listrik ditetapkan sebesar 0,2 dolar AS atau 20 sen dolar AS per kWh untuk semua kapasitas.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia