Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menjadikan pemulihan situasi pascakerusuhan di Jakarta sebagai prioritas utama, sembari mendata kerugian material dan immaterial yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
"Kami sedang melakukan penghitungan terhadap kerugian material dan immaterial yang dialami oleh masyarakat maupun fasilitas-fasilitas umum yang terganggu fungsinya akibat adanya kerusuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Dia mengungkapkan dampak psikologis dan immaterial masyarakat justru relatif lebih besar dibandingkan kerugian fisik semata.
"Hal itu terlihat dari munculnya kekhawatiran di masyarakat, salah satunya sejumah sekolah yang berkoordinasi untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring (online)," ujar Budi.
Meski demikian, dia memastikan situasi keamanan di Jakarta saat ini tetap terkendali. Aktivitas rutinitas masyarakat pada Jumat dilaporkan telah kembali berjalan normal, ditandai dengan mobilitas lalu lintas yang mulai meningkat.
Terkait keberadaan massa aksi, Polres Metro Jakarta Pusat disebut telah mengambil langkah pendekatan persuasif (soft approach) sejak siang hingga malam hari untuk mengimbau massa agar membubarkan diri dari lokasi.
"Kelompok massa tersebut diimbau meninggalkan lokasi karena tidak ada orasi, penyampaian aspirasi, maupun isu yang diangkat. Tujuannya, murni mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)," tutur Budi.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, memahami situasi, serta tidak mudah terprovokasi demi menjaga wilayah Jakarta tetap kondusif bersama-sama.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengamankan sebanyak 322 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan dan perusakan fasilitas umum pascakegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8).
"Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 322 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing berdasarkan fakta serta alat bukti yang tersedia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan kerusuhan itu terjadi setelah sebagian besar massa unjuk rasa membubarkan diri. Sekelompok perusuh kemudian mencoba mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan melakukan tindakan vandalisme, perusakan fasilitas umum milik pemerintah dan kepolisian, serta pelemparan terhadap petugas di lapangan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.