Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Prabowo dorong peraih Nobel kolaborasi dengan peneliti Indonesia

NadiKabar Biro
Prabowo dorong peraih Nobel kolaborasi dengan peneliti Indonesia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Prabowo dorong peraih Nobel kolaborasi dengan peneliti Indonesia.

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong para peraih Nobel untuk berkolaborasi dengan peneliti dan akademisi Indonesia guna memperkuat ekosistem riset dan pengembangan talenta sains nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan hal itu disampaikan Prabowo saat menerima Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama sejumlah peraih Nobel di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

“Presiden tadi juga menyampaikan kepada para peraih Nobel untuk bisa berkolaborasi dengan periset dan juga akademisi di Indonesia,” ujar Arif seusai pertemuan.

Menurut Arif, Presiden Prabowo menilai keterlibatan para peraih Nobel penting untuk memberikan inspirasi sekaligus memperkuat ekosistem talenta riset di Indonesia.

Ia mengatakan Prabowo berharap kolaborasi antara peraih Nobel dengan peneliti dan akademisi Indonesia dapat segera direalisasikan.

Arif menyebut BRIN telah menjalin kerja sama dengan sejumlah peraih Nobel, salah satunya dengan peraih Nobel Kimia asal Jepang, Susumu Kitagawa, dalam pengembangan teknologi Metal Organic Framework (MOF) untuk pemanfaatan gas alam di Indonesia.

Menurut Arif, Kitagawa telah membangun laboratorium mitra di Indonesia yang kini mempersiapkan pengembangan teknologi untuk menghasilkan gas alam dengan tekanan lebih rendah dengan memanfaatkan temuan tersebut.

“Peraih Nobel Jepang ini kemudian membangun sister lab di Indonesia dan sister lab di Indonesia ini sekarang sedang mempersiapkan bagaimana menghasilkan gas alam dengan tekanan yang lebih rendah dengan menggunakan temuan hasil peraih Nobel itu,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menegaskan kebijakan bertetangga yang baik atau Good Neighbor Policy sebagai salah satu prioritas pemerintah untuk menjaga dan memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga.

Arif mengatakan kebijakan tersebut mencakup penguatan kerja sama dengan negara-negara ASEAN dan kawasan Asia Tenggara, termasuk dalam bidang sains dan teknologi.

“Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa kebijakan Good Neighbor Policy ini adalah prioritas Bapak Presiden untuk terus menjaga hubungan kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Asia Tenggara, negara-negara tetangga,” ujarnya.

Selain kerja sama sains dan teknologi, Prabowo menyampaikan sejumlah program strategis Indonesia kepada para peraih Nobel, antara lain ketahanan pangan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan kampung nelayan, dan penguatan konservasi.

Arif mengatakan Presiden Prabowo memiliki komitmen untuk memperkuat perlindungan flora dan fauna Indonesia.

Hal tersebut disampaikan setelah para peraih Nobel sebelumnya mengunjungi kawasan konservasi di Lampung untuk melihat langsung kekayaan flora dan fauna Indonesia.

“Presiden juga punya komitmen yang sangat kuat agar proteksi terhadap flora fauna di Indonesia ini bisa semakin diperkuat,” kata Arif.

Sejumlah peraih Nobel yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Frances H. Arnold dan Benjamin List, penerima Nobel Kimia, Kailash Satyarthi, penerima Nobel Perdamaian, serta Tim Hunt, penerima Nobel Fisiologi atau Kedokteran.

Hadir pula Robert C. Merton dan James A. Robinson, penerima Nobel Ilmu Ekonomi, serta Konstantin Novoselov dan Brian P. Schmidt, penerima Nobel Fisika.

Selain itu, peraih Nobel Astrofisika Sara Seager turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia