Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pramono: Pembongkaran jembatan Tegal Alur untuk akses pengerukan kali

NadiKabar Biro
Pramono: Pembongkaran jembatan Tegal Alur untuk akses pengerukan kali
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pramono: Pembongkaran jembatan Tegal Alur untuk akses pengerukan kali.

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan pembongkaran jembatan kayu di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, bertujuan membuka akses dan memudahkan mobilisasi alat berat untuk pengerukan saluran di Kali Semongol atau Kali Kamal.

Pramono mengungkapkan pembongkaran memang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta karena sebelumnya terdapat alat berat untuk pengerukan kali.

“Tetapi yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada spare part atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi,” kata Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Jumat.

Pramono kemudian meminta kepada Dinas Sumber Daya Air agar pengerukan tetap dilanjutkan, meskipun harus membongkar jembatan tersebut.

Apabila pengerukan saluran di Kali Semongol sudah selesai, Pemprov DKI Jakarta akan kembali membangun jembatan permanen di kawasan tersebut.

“Kalau pengerjaan Sumber Daya Air sudah selesai, maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat,” papar Pramono.

Sebelumnya, Kepala Dinas SDA DKI Ika Agustin Ningrum juga telah menjelaskan hal senada. Jembatan tersebut dibongkar untuk membuka akses dan memudahkan mobilisasi alat berat dalam pekerjaan pengerukan saluran di Kali Semongol atau Kali Kamal.

“Pembongkaran jembatan dilakukan untuk akses dan mobilisasi alat berat dalam rangka pengerukan saluran sebagai upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut,” kata Ika.

Ika mengatakan pengerukan di wilayah tersebut saat ini masih tertunda. Sebab, salah satu suku cadang alat berat hilang akibat vandalisme atau dicuri sehingga alat belum bisa beroperasi.

Meski pengerukan masih tertunda, SDA menyebut pekerjaan tersebut akan tetap dilanjutkan. Jalur Kali Semongol atau Kali Kamal di sekitar lokasi jembatan masih dibutuhkan untuk operasional alat berat.

Saat ini, warga masih menggunakan jembatan bambu secara swadaya sebagai akses penyeberangan. SDA menyebut masyarakat yang hendak melintas untuk sementara dapat menggunakan jembatan lain yang berada tidak jauh dari lokasi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia