Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

PTDI optimistis isi pasar kelas pesawat 19 penumpang di usia 50 tahun

NadiKabar Biro
PTDI optimistis isi pasar kelas pesawat 19 penumpang di usia 50 tahun
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait PTDI optimistis isi pasar kelas pesawat 19 penumpang di usia 50 tahun.

Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang tahun 2026 ini memasuki usia ke-50 tahun, optimistis mampu merebut ceruk pasar industri penerbangan global di kelas pesawat baling-baling (propeller) 19 penumpang lewat pesawat N219.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan ditemui di sela puncak acara HUT ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu, mengungkapkan kelas ini dinilai amat potensial akibat minimnya kompetitor di segmen tersebut.

Rasa percaya diri tersebut didasari oleh rekam jejak panjang PTDI di kelas 19 penumpang serta posisi Indonesia sebagai salah satu pangsa pasar penerbangan perintis terbesar di dunia.

Gita mengungkapkan keunggulan pesawat N219 terletak pada kepemilikan desain dan produksinya yang murni karya anak bangsa tanpa dibayangi lisensi asing seperti seri pendahulunya.

"Kalau selama ini kita mengenal CN itu di depannya kan ada C ya, ada CASA. Kalau ini N jadi itu betul-betul 100 persen karya anak bangsa, dan itu tertinggi dari lokal kontennya dan TKDN-nya itu hampir 45 persen," ucap Gita Amperiawan.

Gita menjelaskan, rangkaian emas setengah abad PTDI yang dimulai sejak hari ulang tahunnya yang jatuh tanggal 23 Agustus 2026 lalu, dengan diisi agenda upacara, pemecahan rekor MURI terbang cilik, hingga Simposium Nasional bersama Bappenas (24/8) yang merumuskan penguatan ekosistem penerbangan nasional, dirancang untuk menegaskan peran strategis industri kedirgantaraan sebagai solusi utama konektivitas wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Sebagai fondasi keberlanjutan industri, PTDI juga meresmikan fasilitas Training Center bersama Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada hari Sabtu ini, untuk mencetak dan menguji kompetensi SDM kedirgantaraan yang tersertifikasi.

Di Hari Sabtu ini juga, PTDI menggelar ajang Runtainment atau lari santai di dalam area fasilitas produksi di dalam kompleks PTDI. Rute lari tersebut sengaja melintasi deretan pameran (display) produk-produk pesawat buatan PTDI agar publik dapat mengenal industri aviasi nasional dari dalam secara lebih dekat.

Gita menekankan, penguatan kapabilitas teknis dan kolaborasi ekosistem ini diproyeksikan untuk menunjukkan daya saing bangsa di panggung internasional sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Harapannya adalah sebetulnya kita ingin menunjukkan kepada bangsa kita bahwa kita mampu. Ya, bahwa kita punya industri yang high-tech, industri yang perjalanannya sangat panjang PT DI ini dan insyaallah PT DI dengan semua ekosistem kedirgantaraan nasional kita siap memberikan solusi bagi bangsa ini," tutur Gita.

Ia mengapresiasi dukungan penuh pemerintah yang terus mendorong regulasi dan membuka peluang besar agar sektor kedirgantaraan Indonesia semakin eksis dan diperhitungkan di tingkat global.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia