Tokyo - Data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang pada Jumat (28/8) menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di negara itu turun menjadi 2,4 persen pada Juli 2026, dari 2,5 persen pada bulan sebelumnya.
Kementerian tersebut menjelaskan bahwa jumlah penduduk yang bekerja mencapai 68,31 juta orang pada Juli 2026, turun 0,2 persen dari bulan sebelumnya dengan basis yang disesuaikan secara musiman.
Di antara para penganggur, 380.000 orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), turun 7,3 persen dari bulan sebelumnya, sementara 750.000 orang meninggalkan pekerjaan mereka secara sukarela, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Jumlah orang yang baru mencari pekerjaan turun 8,2 persen menjadi 450.000 orang, menurut kementerian tersebut.
Sementara itu, data terpisah dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan bahwa rasio ketersediaan pekerjaan rata-rata pada Juli 2026 mencapai 1,18, tidak berubah dari bulan sebelumnya, yang berarti terdapat 118 lowongan pekerjaan untuk setiap 100 pencari kerja.
Berdasarkan industri, jumlah lowongan pekerjaan baru mengalami penurunan di enam dari 11 sektor, dengan sektor akomodasi dan jasa makanan mencatat penurunan terbesar dengan 10,7 persen, diikuti oleh sektor perdagangan grosir dan eceran sebesar 7,3 persen, menurut kementerian tersebut.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.